14 July 2020, 15:58 WIB

Pembobolan Data Tokopedia, Polisi Periksa IT Security


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

DIREKTORAT Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri usut pembobolan data pengguna Tokopedia.

"Direktorat Siber masih menyelidiki dan masih menganalisis anomali IP address yang masuk ke sistem Tokopedia," tutur Karopenmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (14/7).

Baca juga: Tim Siber Bareskrim Masih Selidiki Kebocoran Data Tokopedia

Awi mengatakan tim penyidik sedang mengklarifikasi staf teknologi informasi Tokopedia. "Jadi sudah ada 3 orang yang dilakukan klarifikasi, antara lain, mereka merupakan IT security," paparnya.

"Dan tentunya nanti ada pengembangan lebh lanjut, kita akan beritahu bagaimana penanganannya," ungkapnya.

Pihak Tokopedia menyatakan kasus itu bukan upaya pencurian data baru. "Kami ingin menegaskan ini bukanlah upaya pencurian data baru dan informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi," ujar VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak.

Baca juga: Kepentingan Ekonomi, di Balik Dugaan Bocornya Data Covid-19

Sebelumnya, sebanyak 15 juta data akun pengguna Tokopedia dibobol dan dijual di dark web pada Maret. Data yang bocor berupa email, hash kata kunci, nama jelas, dan nomor telepon pengguna.

Informasi ini datang dari akun Twitter @underthebreach yang menyebutkan 91 juta data lengkap pelanggan dijual di Darknet senilai US$5.000. (X-15)

 

 

BERITA TERKAIT