07 July 2020, 11:55 WIB

Rumah DP 0 Baru Dihuni 21,5%


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Rumah terjangkau yang dibangun dalam program rumah down payment (DP) 0 rupiah hingga kini baru dihuni 21,5% atau 168 unit. Padahal total sebanyak 252 orang sudah menyelesaikan akad kredit dan sah mendapat jatah rumah yang berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu.

"Untuk akad kredit sudah 252 pemohon. Yang sudah ditempati 168 unit," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko, Selasa (7/7).

Sarjoko tidak menyebut detail apa penyebab rendahnya okupansi hunian rumah vertikal dengan total 780 unit yang dibangun dengan anggaran yang berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) senilai Rp500 miliar itu.

Sardjokoa menegaskan hingga kini pihaknya terus berupaya agar warga tetap tertarik untuk membeli hunian tersebut dengan promosi-promosi di media sosial. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga memperluas kepemilikan rumah melalui kerja samanya untuk pembelian dengan skema DP 0 rupiah, yakni di hunian yang dibangun oleh Perum Perumnas di Bandar Kemayoran sebanyak 30 unit dan Sentraland Cengkareng 64 unit.

Baca juga: Perjalanan KRL Saat Ini Hampir Dekati Masa Sebelum Pandemi

"Saat ini PERUM Perumnas sudah kerja sama dengan Pemprov DKI untuk pemasaran unitnya dengan skema DP Nol rupiah," ujarnya.

Program rumah DP 0 rupiah merupakan program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semasa kampanye pada Pilkada 2017 lalu. Dalam RPJMD 2017-2022 tercantum target pembangunan rumah DP0 rupiah hingga 2022 adalah 252 ribu unit. Estimasinya ada pembangunan 14 ribu unit per tahun.

Namun, selama 2,5 tahun kepemimpinan Anies, baru 780 unit rumah DP 0 rupiah yang dibangun di Pondok Kelapa. Sementara itu, Anies juga telah melakukan pembangunan rumah DP 0 rupiah lainnya di Cilangkap.

Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan dengan skema DP Rp0 sesuai dengan Peraturan Gubernur 104/2018.

Untuk diketahui pula, hunian DP Rp0 di Nuansa Pondok Kelapa dibangun di atas luas lahan 5.686 m2. Total ada 780 unit di hunian 21 lantai ini.

Ada 3 tipe yang ditawarkan, yaitu:
- Tipe studio berjumlah 240 unit, kisaran harga per unit Rp184.800.000–Rp195.800.000
- Tipe 1 kamar berjumlah 180 unit, kisaran harga per unit Rp210.760.000–Rp213.400.000
- Tipe 2 kamar berjumlah 360 unit, kisaran harga per unit Rp304.920.000–Rp310.640.000.

Fasilitas yang terdapat di hunian ini antara lainnya Balai Warga, PAUD, Taman Bermain Anak, musala, dan bus TransJakarta. Selain itu, hunian juga dekat dari pasar dan sekolah. (OL-14)

BERITA TERKAIT