15 June 2020, 13:45 WIB

Mal di Kota Depok Besok Siap Buka, Ini Syaratnya


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok memastikan pusat perbelanjaan atau Mal dan swalayan kembali operasional dan melayani konsumen, Selasa (16/6). Kini pusat-pusat perbelanjaan dan swalayan di kota penyangga tersebut mulai bersiap diri. Namun pembukaan kembali pusat perbelanjaan harus dengan persyaratan ketat.

Hal itu merujuk pada Peraturan Wali Kota Nomor 37 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara Proporsional dan Keputusan Wali Kota Nomor 236 Tahun 2020 tentang Pemberlakuan PSBB Proporsional yang dilaksanakan dari tanggal 5 Juni hingga 2 Juli 2020.

Atas dasar itulah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) menggelar rapat yang dipimpin Wali Kota Depok dan dihadiri Ketua DPRD Kota Depok, Kapolres Metropolitan Depok, Dandim, Ketua PN Kota Depok dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok.

"Pembukaan mal dan swalayan boleh dilaksanakan sesuai rencana, yakni Selasa 16 Juni 2020 dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan protocol kesehatan yang ditentukan,” kata Walikota Depok Idris Abdul Shomad, Senin (15/6).

Ia meminta kepada pengelola mal diwajibkan membuat fakta integritas dan jika melanggar atau terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan protokol kesehatan, maka siap untuk dilakukan penutupan kembali.

“Kota Depok masih dalam masa PSBB Proporsional, penambahan kasus masih terjadi. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk berkomitmen dengan protokol kesehatan,” paparnya.

Idris juga meminta kepada masing-masing pribadi untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan dan membudayakan kembali PHBS.

“Ancaman penularan Covid 19 bisa terjadi dimana saja dan terhadap siapa saja, untuk itu memproteksi diri kita dengan protocol kesehatan adalah sebuah kebutuhan,” tegasnya.

Sementara kasus perkembangan Covid 19 di Kota Depok hingga Minggu malam yakni kasus konfirmasi positif 656, Sembuh 376, dan meninggal dunia 33 orang. Untuk OTG saat ini sebanyak 1.960, ODP 3.865 dan PDP sebanyak 1.460. (OL-13)

Baca Juga: Pengelola Mal tidak Boleh Abai

BERITA TERKAIT