20 April 2020, 20:19 WIB

Pemberlakukan PSBB, Penumpang MRT Tersisa 5,89% dan LRT 6,95%


Selamat Saragih |

MODA Raya Terpadu (MRT) mengalami persentase penurunan jumlah penumpang tertinggi transportasi umum di Jakarta imbas pandemi COVID-19. Menurut Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), penurunan penumpang terjadi di semua jenis transportasi umum di Jakarta.

Semisal MRT dari total jumlah penumpang saat Januari 2020 mencapai 85.000 orang per hari. Namun hingga 15 April 2020 turun menjadi 5.000 penumpang per hari (sebesar 94,11 persen) dibanding Januari tahun 2020.

Penurunan jumlah penumpang MRT Jakarta secara drastis itu juga kemungkinan ada kaitannya dengan PT MRT Jakarta tidak mengoperasikan tiga Stasiun mulai 20 April ini.

Kondisi yang tidak berbeda juga dialami LRT yang turun 93,05 persen (sekitar 264 orang) per hari hingga 15 April 2020 bila dibandingkan kondisi normal pada Januari 2020 sekitar 3.800 orang per hari.

Baca juga: Penerapan PSBB Bandung Raya ala Bodebek

KRL berada di peringkat ketiga dengan penurunan presentase penumpang mencapai 78,69 persen (setara 183.000 penumpang per hari) hingga 15 April 2020.

Sementara saat normal di Januari 2020 lalu, KRL setiap harinya masih melayani sebanyak kurang lebih 859.000 orang.

Untuk layanan Transjakarta, hingga 15 April 2020, jumlah penggunanya mengalami penurunan banyaknya sekitar 83.000 orang per hari.

Padahal, dalam kondisi normal pada Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840.000 orang per hari.

Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak Maret rata-rata 550.000 orang per hari (turun 34,52 persen) dibandingkan jumlah penumpang normal pada Januari 2020.

Kepala BPTJ, Polana B Pramesti, menyatakan, DKI Jakarta pada Maret 2020 sudah berinisiatif melakukan pembatasan transportasi.

Moda Raya Terpadu (MRT) mengalami persentase penurunan jumlah penumpang tertinggi transportasi umum di Jakarta imbas pandemi COVID-19. (OL-4)

BERITA TERKAIT