31 July 2019, 17:04 WIB

3 Langkah Pemprov Atasi Penuhnya TPST Bantargebang


M. Iqbal Al Machmudi |

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memiliki 3 langkah atasi penuhnya sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kepala Unit Tempat Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan salah satu Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Gubernur untuk Dinas Lingkungan Hidup khususnya masalah pengelolaan sampah itu ada tiga.

Pertama ialah pengurangan sampah di sumber. Kedua, yaitu optimalisasi TPST Bantargebang, dan selanjutnya adalah pembangunan intermediate treatment facility (ITF). Itu semua adalah untuk mengantisipasi penuhnya TPST Bantargebang.

"Kita sedang berupaya menyosialisasikan untuk mengurangi sampah dari sumber. Dari sumber itu diantaranya rumah tangga, dari kantor, dan dari orang per orang," kata Asep saat dikonfirmasi, Rabu (30/7).

Cara yang tepat untuk mengurangi sampah dari sumber ialah dengan cara menambah jumlah bank sampah.

"Selain itu, yang pertama kita akan memperbanyak jumlah bank sampah dan TPS 3R. Itu yang pertama. Lalu yang kedua bagaimana masyarakat mau memilah sampah karena masalah sampah kita adalaha karena masyarakat tidak mau memilah," urainya.

Baca juga: Pengelolaan Sampah untuk Energi Listrik belum Maksimal

Sementara optimalisasi Bantargebang yang dimaksud Asep ialah Dinas LH dituntut untuk bisa usia TPST Bantargebang itu bisa diperpanjang, minimal sampai ITF itu terbentuk.

"Untuk upaya tersebut, kami sedang melakukan pilot project di tahun ini, yaitu melakukan penambangan sampah. Jadi sampah yang lama itu kita keduk (keruk), kita tambang," ucap Asep.

Untuk pembangunan ITF Pemprov DKI menjalin kerja sama dengan PT Holcim Indonesia yang ada di Cileungsi. Nantinya, PT Holcim melakukan observasi terhadap sampah lama di TPST Bantargebang.

"Nanti sampah lama di Bantargebang diolah untuk kemudian dapat dijadikan energi pengganti batubara yang mudah-mudahan bisa diterima oleh Holcim. Karena kan untuk pabrik semen itu mereka butuh batubara. Batubara juga kan sekarang, ya namanya batubara kan sumber daya alam yang memang ada batasnya. Kalau sampah itu kan tidak batasnya," jelas Asep.

"Jadi, tiga KSD gubernur itu tujuannya untuk mengurangi masuknya sampah ke TPST Bantargebang. Nah itu dari pengurangan sampah," imbuhnya. (A-4)

BERITA TERKAIT