10 July 2017, 17:45 WIB

Polisi Sebut Penyerangan Ahli IT ITB tidak Terencana


Nicky Aulia Widadio | Megapolitan

POLISI belum menemukan keterkaitan insiden pembacokan terhadap ahli teknologi informasi (IT) asal ITB Hermansyah dengan kasus yang menjerat pemimpin FPI Rizieq Shihab. Pembacokan tersebut diduga terjadi secara spontan dan dipicu oleh emosi dari kedua belah pihak.

"Kalau menurut saya trigger-nya kan itu senggolan mobil kemudian menjadi amarah, kemudian menjadi penganiayaan terhadap korban," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo saat dihubungi, Senin (10/7)

Berdasarkan informasi yang dihimpun sementara ini, kata Andry, insiden tersebut tidak terencana. Pelaku juga diduga tidak menargetkan penyerangan terhadap Hermansyah. "Sementara ini, insiden di lapangan (tidak terencana)," ujarnya.

Andry menjelaskan kejadian bermula saat mobil pelaku menyenggol mobil korban di jalan tol. Ia menduga pelaku dalam keadaan terpengaruh alkohol hingga membawa kendaraan secara zig-zag. Korban yang tidak terima, kemudian mengejar dan menghentikan mobil pelaku.

"Kalau enggak dikejar mungkin enggak kejadian, mungkin karena emosi dikejar," tambahnya.

Terkait kejadian ini, polisi memeriksa istri Hermansyah sebagai saksi yang berada di tempat kejadian. Saksi lainnya yang berada di tempat kejadian turut diperiksa. Hermansyah kini dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat. Polisi harus menunggu kesehatan Hermansyah membaik untuk diperiksa sebagai korban.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Mochamad Iriawan menyatakan Hermansyah bukan saksi ahli yang diperiksa penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya terkait pengusutan kasus dugaan chat berkonten pornografi dengan tersangka Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Namun, Hermansyah pernah tampil di sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta. Pada acara tersebut Hermansyah menyampaikan opininya bahwa chat yang disangkakan kepada Rizieq dan Firza ialah palsu.

"Dia kan pas ILC (Indonesia Lawyers Club) sebagai ahli pembicara yang menyampaikan bahwa itu chat palsu. Silakan saja," tukas Iriawan.

Iriawan pun meminta agar masyarakat tidak menjustifikasi penyerangan terhadap Hermansyah dengan pendapatnya terkait kasus Rizieq.

Di lain pihak, pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera membenarkan rekaman suara yang beredar melalui aplikasi whatsapp. Dalam rekaman itu Rizieq menyebut penyerangan Hermansyah terjadi lantaran pendapat ahli IT tersebut yang menyatakan chat antara Rizieq dan Firza palsu.

"Hal itu tidak bisa dipisahkan dari keterlibatan beliau dalam memberikan kesaksian-kesaksian seorang ahli, bahwa chat fitnah yang selama ini ditujukan kepada saya merupakan chat palsu penuh rekayasa," kata Rizieq. (X-12)

BERITA TERKAIT