05 June 2023, 14:35 WIB

Angkatan Laut AS Beri Interaksi Tidak Aman dengan Kapal Perang Tiongkok di Dekat Taiwan


Ferdian Ananda |

ANGKATAN Laut Amerika Serikat (AS) menunjukkan interaksi tidak aman dengan sebuah kapal perang Tiongkok yang melintas di depan kapal perusak AS di jalur Selat Taiwan. Dalam video yang dirilis oleh Angkatan Laut AS pada hari Minggu (4/6) terlihat sebuah insiden yang berisiko tinggi di tengah-tengah memburuknya hubungan Tiongkok-AS.

Pertemuan ini terjadi ketika kedua negara saling menyalahkan karena tidak mengadakan pembicaraan militer dan meningkatkan momok pertikaian di masa depan yang dapat menjadi tidak terkendalikan.

Militer AS mengatakan USS Chung-Hoon, sebuah kapal perusak; dan HSMC Montreal, sebuah kapal fregat Kanada, sedang melakukan transit rutin di selat tersebut pada hari Sabtu (3/6), ketika kapal Tiongkok memotong di depan kapal AS, dalam jarak 137 meter.

Baca juga: Sonic Boom di Washington Disebabkan Pesawat yang Dikejar Jets

Sebuah kapal perang Tiongkok terlihat jelas berlayar melintasi jalur Chung-Hoon di perairan yang tenang. Chung-Hoon tidak mengubah arah.

Sebuah suara terdengar dalam bahasa Inggris, tampaknya mengirimkan pesan radio ke kapal Tiongkok, memperingatkan terhadap upaya untuk membatasi kebebasan navigasi, meskipun kata-katanya tidak jelas karena kebisingan angin.

Baca juga: Amerika, Jepang dan Korsel Bersekutu Antisipasi Rudal Korut

Tiongkok Bungkam

Tiongkok belum mengomentari secara langsung kritik AS terhadap pertemuan tersebut, dan kementerian luar negerinya tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Senin.

Pada Sabtu malam, militer Tiongkok menegur AS dan Kanada karena dengan sengaja memprovokasi hingga berisiko dalam pelayaran bersama tersebut.

Komentator militer Tiongkok, Song Zhongping, mengatakan kepada Reuters bahwa pencegatan jarak dekat ini merupakan demonstrasi kemampuan dan keberanian angkatan laut Tiongkok.

"Semakin intensif provokasi dari AS, semakin kuat pula tindakan balasan dari Tiongkok," kata Song.

Ini adalah pertemuan kedua dalam beberapa hari terakhir. Pada tanggal 26 Mei, sebuah jet tempur Tiongkok melakukan manuver agresif yang tidak perlu di dekat sebuah pesawat militer AS di atas Laut Tiongkok Selatan di wilayah udara internasional.

"Menurut saya, Beijing telah menginstruksikan pasukannya untuk merespons secara lebih tegas terhadap apa yang mereka yakini sebagai pelanggaran wilayah AS dan sekutu," kata Derek Grossman, analis pertahanan senior di RAND Corporation, sebuah lembaga pemikir AS.

(CNA/Z-9)

BERITA TERKAIT