04 February 2023, 19:05 WIB

Pakar AS: Balon Udara Tiongkok Canggih, Sulit Ditembak Jatuh


Ferdian Ananda Majni |

BALON pengintai Tiongkok pertama yang ditemukan Pentagon terbang di atas lokasi rudal balistik AS. Balon ini mungkin dipandu oleh teknologi kecerdasan buatan yang canggih.

Balon pengintai Tiongkok yang kedua kemudian terlihat di atas Amerika Latin tanpa menyebutkan lokasinya. William Kim, seorang spesialis balon pengintai di lembaga pemikir Marathon Initiative di Washington, mengatakan kepada AFP bahwa balon adalah alat observasi yang berharga yang sulit untuk ditembak jatuh.

Kim mengatakan bahwa balon udara Tiongkok yang pertama tampak seperti balon udara biasa, tetapi dengan karakteristik yang berbeda. Pesawat ini memiliki muatan yang cukup besar dan terlihat, yaitu peralatan elektronik untuk memandu dan mengumpulkan informasi, yang ditenagai oleh panel surya yang besar.

Tampaknya balon memiliki teknologi kemudi canggih yang belum pernah digunakan oleh militer AS. Kecerdasan buatan telah memungkinkan balon udara, hanya dengan membaca perubahan udara di sekitarnya, untuk menyesuaikan ketinggiannya dan memandu arah pergi.

"Sebelumnya, Anda harus memiliki penambat atau Anda hanya menerbangkannya dan balon udara akan terbang ke mana pun angin membawanya," sebutnya. "Yang terjadi baru-baru ini dengan kemajuan AI ialah Anda dapat memiliki balon yang tidak memerlukan sistem geraknya sendiri. Hanya dengan menyesuaikan ketinggian, balon tersebut dapat mengendalikan arahnya," terangnya.

Hal itu juga dapat melibatkan komunikasi radio dari pangkalannya. "Namun jika tujuannya memantau silo (rudal balistik antarbenua), yang merupakan salah satu teorinya, Anda tidak perlu memerintahkannya untuk menyesuaikan lokasinya," tambahnya.

Kim mengatakan bahwa ketika satelit menjadi lebih rentan diserang dari Bumi dan luar angkasa, balon memiliki keunggulan yang berbeda. Pertama, balon tidak mudah muncul di radar. "Balon-balon ini merupakan bahan yang tidak memantul, bukan logam. Jadi, meskipun balon-balon ini mengembang menjadi cukup besar, mendeteksi balon itu sendiri akan menjadi masalah," lanjutnya.

Kemudian muatannya, jika cukup kecil, bisa diabaikan. Balon juga memiliki keuntungan karena posisinya yang relatif diam di atas target pengawasan dibandingkan dengan satelit yang terus mengorbit yang digunakan oleh agen mata-mata untuk mengambil foto. "Benda-benda ini dapat tetap berada di atas kepala. Mereka dapat berada di satu titik berbulan-bulan dibandingkan dengan satelit yang mengorbit rendah di Bumi," pungkas Kim. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT