26 January 2023, 08:25 WIB

Usai Tank, Ukraina Minta Jet


Cahya Mulyana |

UKRAINA telah mendapat komitmen dari Jerman dan Amerika Serikat untuk pemberian bantuan tank Leopard serta Abrams. Kini Kyiv mengajukan permintaan persenjataan lain dari para sekutunya berupa jet tempur seperti F-16.

“Rintangan besar berikutnya sekarang adalah jet tempur,” kata Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina Yuriy Sak.

Ia mengatakan Ukraina akan mendapat banyak keuntungan jika negara-negara sekutu memberikan pesawat tersebut. Sejauh ini angkatan udara Ukraina memiliki armada jet tempur era Soviet yang sudah tua.

Pesawat tempur tersebut digunakan untuk misi pencegatan dan untuk menyerang posisi Rusia. Dukungan militer Barat sangat penting bagi Kyiv.

Sebelum diinvasi Rusia, gagasan untuk memasok bantuan mematikan ke Ukraina sangat kontroversial.

“Mereka tidak ingin memberi kami artileri berat, lalu mereka melakukannya. Mereka tidak mau memberi kami sistem HIMARS, lalu mereka melakukannya. Mereka tidak mau memberi kami tank, sekarang mereka memberi kami tank. Selain senjata nuklir, tidak ada yang tersisa yang tidak akan kami dapatkan,” kata Sak.

Baca juga: Rusia: Pengiriman Tank Leopard ke Ukraina Ancam Hubungan dengan Jerman

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan tidak mungkin jet tempur dikirim ke Ukraina.

“Saya menjelaskan sejak awal bahwa kita tidak berbicara tentang pesawat tempur, dan saya melakukan hal yang sama di sini,” katanya di Bundestag.

Scholz juga mengatakan pihaknya tidak akan mengirim pasukan darat ke Ukraina. Maka tidak akan ada keterlibatan langsung tentara NATO dalam perang Ukraina.

"Itu belum terjadi sejauh ini dan itu tidak akan terjadi di masa depan. Semua orang bisa mempercayainya," jelasnya.

Baca juga:

Scholz mengatakan sekutu Barat akan terus mendukung Ukraina, tetapi dia juga menyoroti bahaya dari perluasan konfliknya.

“Kita harus selalu memperjelas dalam segala hal yang kita lakukan bahwa kita melakukan apa yang diperlukan dan mungkin untuk mendukung Ukraina. Tetapi pada saat yang sama, kita mencegah perang meningkat menjadi perang antara Rusia dan NATO,” ungkap Scholz.

Justin Bronk, seorang peneliti di think tank RUSI di London, mengatakan angkatan udara Ukraina akan mendapat manfaat besar dari jet tempur NATO. Itu untuk serangan udara ke udara dan udara ke darat. Namun dia mengatakan kekuatan itu akan menghadapi risiko tinggi dari rudal permukaan-ke-udara Rusia.

Seorang pilot Ukraina dengan nama sandi Juice mengatakan banyak rekannya mengambil pelajaran bahasa Inggris. Tujuannya untuk mengantisipasi Kyiv menerima pesawat asing, seperti F-16.

Pekan lalu, negara-negara sekutu Ukraina menjanjikan bantuan militer senilai miliaran dolar termasuk ratusan kendaraan tempur lapis baja dan pengangkut pasukan. Itu dianggap lebih efektif untuk menyerang garis musuh saat digunakan bersama tank.

Ukraina menilai senjata itu akan melahirkan momentum baru dalam perang yang akhir-akhir ini menemui jalan buntu. Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan sistem senjata penting berikutnya yang dibutuhkan dari Barat adalah pesawat tempur.

“Kami juga membutuhkan helikopter serang dan rudal jarak jauh untuk mencapai pangkalan logistik dan pusat komando Rusia. Kita harus menerima ini sekarang sebelum Rusia melakukan serangan musim semi yang hebat,” kata Poroshenko.(Aljazeera/OL-5)

BERITA TERKAIT