25 January 2023, 20:19 WIB

Suhu Dingin di Jepang Tewaskan Seorang Warga


Cahya Mulyana |

SUHU dingin melanda seluruh daerah di Jepang. Pada Rabu (25/1), dampak cuaca ini telah menewaskan sedikitnya satu orang. 

"Suhu ini termasuk yang terdingin yang pernah kami lihat dalam satu dekade," kata pejabat Badan Meteorologi Jepang Takafumi Umeda kepada AFP.

Baca juga: India dan Pakistan Nyaris Terlibat Perang Nuklir Tahun 2019

Suhu minus 9 derajat celcius menjadi rekor terbaru yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Kumamoto selatan. Ini merupakan suhu yang terdingin sejak 1977.

Juru Bicara Pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno mengatakan, satu orang tewas akibat cuaca ini. Sementara ahli meteorologi memperingatkan badai salju, gelombang tinggi, dan es dapat membuat kemacetan lalu lintas.

“Pihak berwenang juga sedang menyelidiki apakah dua kematian lainnya terkait dengan cuaca beku di sebagian besar wilayah,” kata Matsuno.

Ratusan penerbangan dibatalkan karena badai salju, sementara penundaan dan pembatalan mengganggu layanan kereta api lokal dan jarak jauh Shinkansen. Kendaraan di jalan utama di beberapa lokasi terlantar, kata media setempat.

Di Kuil Zenkoji yang berasal dari abad ketujuh di wilayah pegunungan Nagano, utara Tokyo, ketenangan yang dingin turun dengan pepohonan, tiang lampu kuno, dan tempat ibadah itu sendiri yang tertutup lapisan salju halus.

Pengunjung termasuk beberapa yang ada di sana untuk bermain ski tetapi terpaksa keluar dari lereng karena kondisi badai salju. "Saya datang untuk bermain ski, tetapi saljunya sangat lebat sehingga saya mempersingkat rencana saya dan malah memutuskan untuk melakukan sedikit jalan-jalan," ujar salah satu pengunjung ski, Akiko Sotobori. 

Terdapat pemandangan indah di bekas ibu kota, Kyoto yang menjadi favorit turis, di mana dinding bersinar dari Paviliun Emas yang terkenal kontras dengan kecemerlangan sementara atapnya yang berjenjang.

Pesisir Laut Jepang negara itu paling parah dilanda badai salju semalaman. Sementara Tokyo dan daerah sekitarnya terhindar dari salju tetapi mengalami suhu yang sangat rendah di luar musimnya. (AFP/OL-6)

BERITA TERKAIT