23 January 2023, 14:08 WIB

Masa Depan Makau ketika Turis dan Penjudi kembali Datang


Ferdian Ananda Majni |

JALANAN Makau penuh sesak menjelang Tahun Baru Imlek setelah pengawasan pandemi tiba-tiba dicabut. Namun keadaan masih jauh dari bisnis seperti biasa karena pusat kasino Tiongkok ini bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan tentang masa depannya.

Turis Tiongkok daratan memenuhi lorong-lorong berliku menuju reruntuhan Saint Paul yang bersejarah dan toko-toko yang menjual makanan ringan lokal seperti biskuit almond dan dendeng daging mengalami kesulitan untuk mengimbangi. "Kami tidak memiliki cukup barang untuk Tahun Baru Imlek kali ini karena kami tidak menyangka akan seperti ini," ujar seorang pemilik toko bermarga Li kepada AFP.

Para turis mungkin sudah kembali. Namun Beijing ingin agar bekas jajahan Portugis ini mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada kasino.

Presiden Xi Jinping telah memimpin kampanye antikorupsi selama bertahun-tahun dan menindak tegas pencucian uang dan perjudian. Namun, berhenti berjudi dan pendapatan pajak yang sangat besar yang dihasilkan oleh kasino akan menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan.

"Pemerintah memiliki konflik yang melekat," kata konsultan game David Green kepada AFP. "Perlu dilihat oleh pemerintah pusat untuk mempromosikan nongim, tetapi mereka harus sadar untuk mempertahankan aliran pendapatannya."

Kota berpenduduk sekitar 700.000 jiwa itu menjadi satu-satunya tempat di Tiongkok bagi kasino beroperasi secara legal dan selama bertahun-tahun mengandalkan penjudi Tiongkok daratan sebagai jalur ekonomi. Tahun lalu, Macau mengalami penurunan pendapatan gim ke rekor terendah 42 miliar patacas (US$5,2 miliar) setelah pemerintah menutup sebagian besar bisnis pada puncak gelombang virus korona. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT