22 January 2023, 18:15 WIB

Batasan Covid-19 Dicabut, Warga Tiongkok Rayakan Imlek


Ferdian Ananda Majni |

WARGA Tiongkok merayakan Tahun Baru Imlek pada Minggu (22/1) dengan berkumpul bersama keluarga besar dan mengunjungi kuil-kuil setelah pemerintah mencabut kebijakan zero covid-19 yang ketat. Kondisi ini menandai perayaan meriah terbesar sejak pandemi dimulai tiga tahun lalu.

Tahun Baru Imlek ialah hari libur tahunan yang paling penting di Tiongkok. Setiap tahun dinamai berdasarkan salah satu dari 12 tanda zodiak Tiongkok dalam siklus yang berulang. Sekarang ialah Tahun Kelinci. Selama tiga tahun terakhir, perayaan ini diredam di bawah bayang-bayang pandemi.

Dengan pelonggaran sebagian besar pembatasan covid-19, banyak orang akhirnya dapat melakukan perjalanan pertama mereka kembali ke kampung halaman untuk berkumpul kembali dengan keluarga mereka tanpa mengkhawatirkan kerepotan karantina, potensi penguncian, dan penangguhan perjalanan. Perayaan publik yang lebih besar juga kembali seperti Festival Musim Semi di Tiongkok, dengan ibu kota menjadi tuan rumah ribuan acara budaya, dalam skala yang lebih besar dari tahun lalu.

Pergerakan massal orang dapat menyebabkan penyebaran virus di daerah-daerah tertentu. "Namun lonjakan covid-19 berskala besar tidak mungkin terjadi dalam dua atau tiga bulan ke depan karena sekitar 80% dari 1,4 miliar orang di negara itu telah terinfeksi selama gelombang baru-baru ini," tulis Kepala Ahli Epidemiologi di Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok Wu Zunyou di platform media sosial Weibo pada Sabtu (21/1).

Di Beijing, banyak orang melakukan sembahyang pagi di Kuil Lama. Namun jumlahnya terlihat lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelum pandemi. Situs Buddha Tibet ini menerima hingga 60.000 pengunjung per hari, dengan alasan keamanan dan membutuhkan reservasi terlebih dahulu.

Di Taoranting Park, tidak ada tanda-tanda keramaian kios-kios makanan Tahun Baru yang biasanya ramai meskipun trotoarnya dihiasi dengan lentera tradisional Tiongkok. Pameran kuil yang populer di Taman Badachu yang sempat ditangguhkan selama tiga tahun akan kembali digelar minggu ini, tetapi acara serupa di Taman Ditan dan Taman Danau Longtan belum kembali digelar.

Di Hong Kong, para pengunjung berbondong-bondong ke kuil Tao terbesar di kota ini, Kuil Wong Tai Sin, untuk membakar dupa pertama di tahun ini. Ritual populer di tempat ini telah ditangguhkan selama dua tahun terakhir karena pandemi.

Secara tradisional, kerumunan besar berkumpul sebelum pukul 23.00 waktu setempat pada malam Tahun Baru Imlek. Semua orang berusaha menjadi yang pertama atau di antara yang pertama untuk meletakkan dupa mereka di tribun di depan aula utama kuil. Mereka percaya bahwa yang pertama meletakkan dupa akan mendapatkan kesempatan terbaik untuk dikabulkan doanya.

Warga setempat, Freddie Ho, yang mengunjungi kuil pada Sabtu malam, merasa senang karena ia dapat mengikuti acara ini secara langsung. "Saya berharap dapat meletakkan dupa pertama dan berdoa agar Tahun Baru membawa perdamaian dunia, ekonomi Hong Kong akan makmur, dan pandemi akan berlalu dan kita semua dapat menjalani kehidupan yang normal," kata Ho. "Saya yakin ini harapan semua orang." (abcnews/OL-14)

BERITA TERKAIT