12 January 2023, 12:19 WIB

Putin Tunjuk Jenderal Tertinggi Pimpin Invasi di Ukraina


Cahya Mulyana |

Rusia memerintahkan jenderal utaman untuk memimpin invasi di Ukraina. Ini menjadi perombakan terbesar struktur komando militer Kremlin setelah berbulan-bulan mengalami kekalahan di medan perang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Sergei Shoigu menunjuk Kepala Staf Umum Valery Gerasimov sebagai komandan pasukan untuk menahkodai operasi militer khusus di Ukraina.

Langkah tersebut tidak hanya membuat Gerasimov secara langsung bertanggung jawab atas nasib invasi. Tetapi keputusan ini mengurangi kewenangan Jenderal Sergey Surovikin, yang dijuluki Jenderal Armageddon oleh media Rusia karena kekejamannya.

“Peningkatan tingkat kepemimpinan operasi militer khusus terkait dengan perluasan skala tugas kebutuhan untuk mengatur kontak yang lebih dekat antara berbagai cabang angkatan bersenjata, dan meningkatkan kualitas dan efektivitas manajemen Rusia pasukan,” kata sebuah pernyataan kementerian tersebut.

Penurunan pangkat Surovikin terjadi setelah hanya tiga bulan menjabat, dan dia menjadi wakil Gerasimov bersama dengan dua jenderal lainnya, Oleg Salyukov dan Alexey Kim. Beberapa hari setelah pencalonan Surovikin, tentara Rusia mengisyaratkan perubahan strategis dengan melepaskan gelombang serangan drone dan rudal ke target infrastruktur Ukraina, menyebabkan pemadaman listrik dan pemadaman air di beberapa kota.

Selama waktu singkatnya mengawasi pasukan di Ukraina, Surovikin dipuji karena memperkuat koordinasi dan memperkuat kendali. Tetapi dia juga mengumumkan penarikan pada November dari Kherson, salah satu kota terbesar dan terpenting yang direbut pasukan Rusia selama konflik.

Penurunan pangkatnya menandakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak sepenuhnya puas dengan kinerjanya. Dmitry Trenin, seorang analis politik yang berbasis di Moskow, mengatakan langkah itu dilakukan untuk merampingkan rantai komando dalam operasi Ukraina.

“Penunjukan Gerasimov berarti pentingnya operasi telah berkembang dan ruang lingkup operasi dapat meluas melampaui apa yang kita lihat sekarang. Itu sangat signifikan,” kata Trenin kepada Al Jazeera.

“Perang semakin besar, lebih berbahaya, dan saya pikir ini di atas level seorang komandan lapangan. Ini sekarang berada di tangan komandan keseluruhan angkatan bersenjata Rusia,” tambahnya.

Surovikin merupakan seorang veteran kampanye Rusia di Chechnya dan Suriah. Surovikin diangkat sebagai komandan medan perang utama Rusia di Ukraina Oktober lalu setelah serentetan serangan Ukraina. (Aljazeera/OL-12)

 

BERITA TERKAIT