25 December 2022, 19:42 WIB

Paus Sebut Perang Langgar Nilai-nilai Kemanusiaan


Cahya Mulyana |

PEMIMPIN umat Katolik Paus Fransiskus mengutuk pengabaian nilai-nilai kemanusiaan seperti haus kekayaan dan kekuasaan. Pesan yang ia ungkap pada Misa Malam Natal di Vatikan pada Sabtu (24/12), menekankan pula tentang penting membangun dan merawat perdamaian dunia.

"Berapa banyak perang yang telah kita saksikan! Dan di berapa banyak tempat, bahkan hari ini, martabat dan kebebasan manusia diperlakukan dengan hina," katanya di hadapan 11 ribu para pengikutnya di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Pria berusia 86 tahun itu memasuki gereja dengan kursi roda, dan duduk di altar untuk sebagian besar kegiatan Misa. Ia menyatakan pelaku kekerasan dan aktor di balik peperangan harus malu dengan alam semesta.

"Berapa banyak perang yang telah kita lihat! Korban utama dalam peperangan adalah kelompok lemah dan rentan. Saya memikirkan semua anak-anak yang dilahap perang, kemiskinan dan ketidakadilan," terangnya.

Hewan yang tidak punya akal pun, kata dia, mengesampingkan tindakan yang juga melanggar nilai-nilai kemanusiaan itu. Haus kekuasaan dan rakus akan kekayaan mendorong manusia lebih kejam daripada hewan buas.


Baca juga: Turki Akui Perang Ukraina tidak akan Berakhir dengan Mudah


"Dalam sifat mereka yang haus akan kekayaan dan kekuasaan, bahkan tega memakan tetangga mereka, ibu dan saudara perempuan mereka sendiri," ujar Paus.

Namun dia tidak secara spesifik mengakitkan pesannya tersebut dengan perang antara Rusia dengan Ukraina.

Selama terjadinya invasi skala penuh Rusia pada 24 Februari, Fransiskus dikritik secara luas di Ukraina karena tidak secara langsung menyalahkan Moskow.

Juni lalu, ia menyatakan bahwa perang Rusia-Ukraina terjadi entah karena diprovokasi atau tidak dicegah. Namun selang beberapa waktu kemudian, Fransiskus mengecam kekejaman yang dilakukan pasukan Rusia.

Pada Minggu (25/12), Fransiskus dijadwalkan menyampaikan berkat dan pesan tradisional Urbi et Orbi (kepada kota dan dunia) dari balkon Basilika Santo Petrus kepada umat Katolik di Vatikan dan seluruh dunia.

Uskup Agung Canterbury Inggris Justin Welby mengatakan terdapat peluang lahirnya perdamaian dunia meskipun di tengah konflik Ukraina. Ketidakpastian dunia akan sirna dalam semangat kelahiran Yesus Kristus. (BBC/OL-16)

BERITA TERKAIT