21 December 2022, 06:00 WIB

Taliban Larang Perempuan Afghanistan Kuliah


Basuki Eka Purnama, Cahya Mulyana |

PENGUASA Afghanistan, Taliban, Selasa (20/12), melarang perempuan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. 

Meski menjanjikan aturan yang lebih longgar saat merebut kekuasaan pada tahun lalu, Taliban terus meningkatkan pembatasan terhadap perempuan di negara itu, mengabaikan kecaman dunia internasional.

"Kalian telah diberi tahu untuk segera mengimplementasikan perintah untuk menghentikan pendidikan terhadap perempuan hingga pemberitaan selanjutnya," ungkap surat yang diberikan kepada semua universitas, baik negeri maupun swasta, yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Afghanistan Neda Mohammad Nadeem.

Baca juga: Bom Tewaskan 15 Pelajar di Afghanistan

Juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan Ziaullah Hashimi, yang mencicitkan surat itu, mengonfirmasi kebenaaran surat tersebut.

Amerika Serikat (AS) dengan segera mengecam keras kebijakan Taliban itu.

"Kebijakan itu, yang bertentangan dengan komitmen yang berulang kali Taliban ungkapkan, akan menyebabkan konsekuensi berat untuk mereka," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Larangan bagi perempuan untuk berkuliah dikeluarkan kurang dari tiga bulan setelah ribuan perempuan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di berbagai penjuru Afghanistan.

Universitas di Afghanistan, saat ini, tengah libur musim dingin dan baru akan kembali beraktivitas pada Maret mendatang.

Setelah Taliban kembali berkuasa, universitas di Afghanistan dipaksa menjalankan aturan-aturan baru termasuk pemisahan kelas berdasarkan gender. Adapun mahasiswi hanya boleh diajar oleh dosen perempuan atau laki-laki tua.

Taliban juga telah melarang perempuan untuk melanjutkan pendidikan menengah. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT