09 December 2022, 09:45 WIB

Iran Mulai Eksekusi Mati Demonstran


Basuki Eka Purnama |

IRAN, Kamis (8/12), menggelar ekskusi pertama terkait aksi demonstrasi yang terjadi di negara itu sejak September. Hal itu tersebut memicu kecaman dari dunia internasional dan peringatan dari kelompok HAM bahwa akan ada semakin banyak eksekusi mati lainnya.

Mohsen Shekari, 23, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati karena memblokade jalan dan melukai seorang petugas paramiliter di masa awal demonstrasi.

Sedikitnya puluhan orang lainnya menunggu dieksekusi setelah divonis mati terkait aksi demonstrasi di Iran.

Baca juga: Aksi Protes Meluas, Polisi Moralitas di Iran Dikabarkan Bubar

Aksi demonstrasi telah melanda Iran selama hampir tiga bulan pascakematian Mahsa Amini, perempuan Kurdi berusia 22 tahun, di tangan polisi miral Iran karena dianggap melanggar aturan mengenakan hijab.

Demonstran, yang disebut perusuh oleh pemerintah Iran, menjadi tantangan terbesar bagi Republik Islam itu sejak didirikan pada 1979.

"Mohsen Shekari, perusuh yang menutup Jalan Sattar Khan di Teheran pada 25 September dan melukai seorang penjaga keamanan menggunakan golok telah dieksekusi pada pagi ini," ungkap laman daring departemen kehakiman Iran, Mizan Online.

Amnesty International mengecam eksekusi Shekari.

"Eksekusi ini memperlihatkan sistem kehakiman Iran yang tidak manusiawi," tegas kelompok tersebut.

Direktur Iran Human Rights Mahmood Amiry-Moghaddan mendesak dunia internasional memberikan tanggapan keras atas eksekusi itu agar tidak terjadi eksekusi massal demonstran. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT