30 November 2022, 11:00 WIB

NATO Janji Perkuat Pertahanan Ukraina


Cahya Mulyana |

Negara-negara NATO berjanji akan memberikan lebih banyak senjata untuk Ukraina. Bantuan lain berupa peralatan untuk membantu pemulihan listrik Ukraina yang hancur oleh serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia.

Keputusan itu berasal dari pertemuan para menteri luar negeri dari aliansi NATO, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken selama dua hari di Bucharest, Romania. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba telah menyampaikan proposal berisi kebutuhan Ukraina kepada NATO.

"Kami membutuhkan pertahanan udara, IRIS, Hawks, Patriots, dan kami membutuhkan transformer (untuk kebutuhan energi kami)," katanya di sela-sela pertemuan NATO.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba menggunakan musim dingin sebagai senjata perang ketika pasukan Moskow kehilangan tempat di medan perang. Dalam sebuah pernyataan, para menteri NATO mengutuk serangan terus-menerus terhadap infrastruktur sipil dan energi Ukraina dan mengonfirmasi keputusan 2008 bahwa Ukraina pada akhirnya akan bergabung dengan aliansi tersebut.

Tapi tidak ada langkah konkret atau jadwal yang akan membawa Ukraina menjadi bagian NATO. Pejabat AS dan Eropa fokus membicarakan bantuan di luar persenjataan seperti bahan bakar, pasokan medis dan kebutuhan selama musim dingin.

Washington mengatakan akan menyediakan US$53 juta untuk membeli peralatan jaringan listrik. Menteri luar negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis mendesak NATO untuk mengambil keputusan politik untuk mengirim tank tempur modern ke Ukraina guna keunggulan militer melawan pasukan Rusia.

Rusia telah melakukan serangan besar-besaran terhadap transmisi listrik Ukraina sejak Oktober. Kyiv dan sekutunya menuduh serangan itu untuk menyakiti warga sipil dan bagian dari kejahatan perang.

Moskow mengatakan menyakiti warga sipil bukanlah tujuan utama tetapi penderitaan itu akan berakhir jika Kyiv menerima persyaratan yang belum diungkapkan. Meskipun Kyiv mengatakan menembak jatuh sebagian besar rudal yang masuk, kerusakan telah terakumulasi dan dampaknya semakin parah.

Seorang pejabat senior militer AS mengatakan bahwa Rusia menembakkan rudal jelajah tak bersenjata yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir ke sasaran di Ukraina untuk mencoba menghabiskan stok pertahanan udara Kyiv. Rentetan serangan Rusia yang terburuk terjadi pada 23 November yang meninggalkan jutaan orang Ukraina dalam kedinginan dan kegelapan. "Tidak ada pidato fasih yang akan mengatakan lebih dari tindakan nyata. Rudal patriot, pesawat F-16 atau tank leopard untuk Ukraina," ujar Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak.

Terpisah, Rusia membatalkan pembicaraan nuklir dengan AS. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov enggan melanjutkan pembicaraan itu karena keberatan terhadap AS yang terus membantu Ukraina. "Kami mengirimkan sinyal kepada Amerika bahwa garis eskalasi mereka dan keterlibatan mereka yang semakin dalam dalam konflik ini penuh dengan konsekuensi yang mengerikan. Risikonya semakin besar," kata Ryabkov.

Militer Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia di wilayah Donetsk berusaha untuk merebut kota Bakhmut dan Avdiivka. Serangan rudal Rusia di Lyman menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Pesawat Ukraina melakukan sembilan serangan yang menargetkan prajurit dan peralatan Rusia, terutama di wilayah Zaporizhzhia tengah selatan, kata Staf Umum. Di wilayah Kherson selatan dan Kriviy Rih, pasukan Rusia mengkonsolidasikan pertahanan dan mempertahankan serangan artileri, termasuk di kota Kherson yang baru-baru ini direbut kembali oleh Ukraina. (CNA/OL-12)

BERITA TERKAIT