26 November 2022, 10:43 WIB

Ukraina Keluhkan Krisis Energi


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan lebih dari enam juta rumah tangga tidak mendapatkan aliran listrik. Kekacauan ini terjadi setelah serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur energi.

"Sampai malam ini, pemadaman listrik berlanjut di sebagian besar wilayah (Ukraina) dan di Kyiv. Secara total, lebih dari enam juta pelanggan," kata Zelensky, Sabtu (26/11).

Ia menambahkan jumlah rumah tangga yang terkena dampak telah berkurang setengah sejak pekan lalu. Sekitar 600 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik di ibu kota Kyiv, Odessa, Lviv, Vinnytsia dan Dnipropetrovsk.

Beberapa pekan terakhir, serangan Rusia yang sistematis dan terarah membuat infrastruktur energi Ukraina bertekuk lutut saat musim dingin mendekat. Kondisi itu memicu kekhawatiran akan krisis kesehatan dan eksodus penduduk lebih lanjut.

Baca juga:  Abaikan Serangan Rusia, Ukraina Fokus Halau Gelap

Para pejabat Eropa berusaha keras membantu Ukraina tetap hangat dan berfungsi selama bulan-bulan musim dingin. Eropa berjanji akan mengirim lebih banyak dukungan yang akan mengurangi upaya militer Rusia mematikan penghangat dan aliran listrik.

Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna menyatakan Prancis mengirim 100 generator bertenaga tinggi ke Ukraina untuk membantu orang melewati beberapa bulan mendatang. Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly menekankan paket pertahanan udara yang dijanjikan senilai 50 juta pound akan membantu Ukraina mempertahankan diri dari pengeboman Rusia.

"Kata-kata tidak cukup. Kata-kata tidak akan membuat lampu menyala di musim dingin ini. Kata-kata tidak akan bertahan melawan rudal Rusia,” kata Cleverly.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT