24 November 2022, 14:45 WIB

Kasus Covid-19 di Tiongkok Menggila


Cahya Mulyana |

KASUS infeksi covid-19 harian di Tiongkok telah mencapai level tertinggi sejak status pandemi terbit. Data resmi menunjukkan Kamis (24/11), angkanya menyentuh 31.454 kasus.

Pemerintah Tiongkok dengan pendekatan tanpa toleransi yang menerapkan penguncian (lockdown) dan pembatasan perjalanan di seluruh wilayah. Negara dengan populasi 1,4 miliar orang menempatkan semua pasien covid-19 dalam karantina yang ketat.

Negara itu mencatat 31.454 kasus domestik dengan 27.517 di antaranya tanpa gejala. Kebijakan nol covid Tiongkok menyebabkan banyak dampak negatif seperti gangguan kesehatan mental hingga pukulan terhadap ekonomi.

Beberapa kota termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Chongqing telah memperketat pembatasan covid-19. Beijing menerapkan hasil tes PCR negatif dalam waktu 48 jam bagi masyarakat yang ingin memasuki tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung pemerintah.


Baca juga: Kematian Covid-19 di Beijing karena Vaksinasi Booster Lansia Rendah


Guangzhou, tempat hampir sepertiga dari kasus covid-19 terbaru ditemukan, telah membangun ribuan kamar rumah sakit sementara untuk menampung pasien. Serangkaian peraturan baru melonggarkan kebijakan nol covid.

Landasannya mengacu pada keberhasilan Shijiazhuang, kota tetangga Beijing yang mampu menanggulangi pandemi ini tanpa penguncian.

"Jalan untuk membuka kembali mungkin lambat, mahal, dan bergelombang," kata Kepala Ekonom Tiongkok di Nomura Ting Lu.

"Penguncian penuh gaya Shanghai dapat dihindari, tetapi mungkin digantikan oleh penguncian parsial yang lebih sering di sejumlah kota yang meningkat karena jumlah kasus covid-19 yang melonjak," pungkasnya. (AFP/OL-16)

BERITA TERKAIT