24 November 2022, 09:55 WIB

Rusia Terus Hancurkan Fasilitas Energi, Zelensky: Biadab!


Cahya Mulyana |

RENTETAN serangan Rusia terhadap infrastruktur listrik telah melumpuhkan sebagian besar wilayah Ukraina. Tetangga Ukraina, Moldova, turut terdampak serangan ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. 

"Ketika kita memiliki suhu di bawah nol dan puluhan juta orang tanpa pasokan energi, tanpa pemanas, tanpa air, ini jelas merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Zelensky dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Rabu (22/11), melalui tautan video.

Baca juga: IAEA Kecam Serangan di PLTN Zaporizhzhia

Di ibu kota Kyiv, tempat pasokan air juga terputus, enam warga sipil tewas dan sembilan lainnya luka-luka setelah sebuah roket menghantam gedung dua lantai di jantung Ukraina tersebut.

Berbagai wilayah melaporkan serangan secara berurutan saat Moskow mengejar kampanyenya untuk melemahkan layanan penting Ukraina menjelang musim dingin. 

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan musim dingin untuk menimbulkan penderitaan yang luar biasa pada rakyat Ukraina.

"Presiden Rusia (Putin) akan mencoba membekukan Ukraina agar tunduk,” tambahnya.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya keberatan dengan hak istimewa yang diberikan kepada Zelensky untuk tampil di sidang itu. 

Sebelum gelombang serangan terbaru Rusia, Zelensky mengatakan serangan Moskow telah merusak sekitar setengah dari infrastruktur Ukraina.

Para pejabat Ukraina mengatakan mereka yakin Putin berharap kesengsaraan rumah-rumah yang tidak berpemanas dan gelap di musim dingin akan mengubah opini publik untuk tidak terus melawan serangan Rusia. Tetapi itu memiliki efek sebaliknya yang akan memperkuat tekad Ukraina.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan salah satu fasilitas infrastruktur listrik di Kyiv telah terkena dan ada beberapa ledakan lagi di berbagai distrik. 

Pemadaman listrik juga memengaruhi Kota Kharkiv di utara, Kota Lviv di barat, wilayah Chernihiv di Ukraina utara, dan wilayah Odesa di selatan.

Anton Gerashchenko, seorang penasihat menteri Ukraina, mencatat serangan itu terjadi beberapa saat setelah Parlemen Eropa menyatakan Rusia sebagai negara sponsor terorisme.

Sementara itu, Menteri Infrastruktur Moldova Andrei Spinu mengatakan negaranya akan mengalami pemadaman listrik besar-besaran. Sistem energi negara itu tetap saling berhubungan dengan Ukraina, yang mengalami pemadaman sejak 15 November.

“Rusia meninggalkan Moldova dalam kegelapan,” keluh Presiden Moldova Maia Sandu.

Gubernur wilayah Moldova Serhiy Hamaliy menambahkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah itu terputus dari jaringan listrik Ukraina. 

“Ini adalah yang terbaru dari beberapa putaran gelombang serangan rudal serupa, yang pada dasarnya dirancang untuk melumpuhkan infrastruktur listrik Ukraina untuk menjerumuskan negara ke dalam kegelapan,” katanya.

Setelah serangan semalam di Vilniansk, dekat kota Zaporizhzhia, ibu bayi dan seorang dokter berhasil ditarik hidup-hidup dari reruntuhan rumah sakit. Gubernur wilayah itu mengatakan roket itu milik Rusia.

Serangan itu menambah jumlah korban mengerikan yang diderita oleh rumah sakit dan fasilitas medis lainnya, serta pasien dan staf mereka, dalam invasi Rusia, yang akan memasuki bulan ke-10 minggu ini. 

Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska, menulis di Twitter, “Rasa sakit yang mengerikan. Kami tidak akan pernah melupakan dan tidak akan pernah memaafkan.”

Kekacauan perang

Situasi ini juga memprihatinkan di selatan Kota Kherson, tempat pasukan Rusia mundur hampir dua minggu lalu setelah mendudukinya selama berbulan-bulan. Banyak dokter di sana bekerja dalam kegelapan, tidak dapat menggunakan lift untuk membawa pasien ke ruang operasi dan beroperasi dengan lampu depan, ponsel, dan senter.

Beberapa rumah sakit, peralatan utama tidak lagi berfungsi. 

“Mesin pernapasan tidak berfungsi, mesin sinar-X tidak berfungsi,” kata Kepala Bedah Di Rumah Sakit Anak di Kherson Volodymyr Malishchuk.

Rata-rata sekitar 900 bayi di Ukraina setiap hari dilahirkan dalam kehidupan yang tidak pasti. Dengan kondisi ini para perempuan yang hamil mengalami depresi. (Aljazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT