22 November 2022, 20:17 WIB

Belum Bisa Tentukan PM Baru, Raja Malaysia Panggil Anwar dan Muhyiddin


Cahya Mulyana |

RAJA Malaysia Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memanggil pimpinan koalisi Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim dan Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin Yassin ke Istana Negara pada Selasa (22/11) waktu setempat. 

Agenda pertemuan itu mengenai penentuan susunan pemerintahan dan posisi perdana menteri (PM) Malaysia. Sikap ini menyusul tidak satu pun koalisi yang memiliki mayoritas suara parlemen. 

Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Ahmad Fadil Syamsuddin mengatakan bahwa Istana Negara telah menerima usulan berbagai partai politik untuk membentuk pemerintah federal setelah Pemilihan Umum ke-15 (GE15).

Baca juga: BN Pilih Berada di Luar Pemerintahan Malaysia

Kedua pemimpin partai politik tersebut dipanggil Raja Malaysia, karena mendapatkan rekomendasi sebagai PM oleh ketua partai dan koalisi yang meraih kursi dalam pemilu. Sejumlah partai dan koalisi juga mencalonkan keduanya untuk jabatan PM Malaysia ke-10.

"Menyusul pencalonan, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah memulai proses verifikasi calon perdana menteri yang mendapat dukungan mayoritas dari Dewan Rakyat," jelas Ahmad.

Seharusnya, Raja Malaysia secara otomatis memberikan keputusan terhadap posisi PM Malaysia, yang dapat memimpin mayoritas Dewan Rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 43(2)(a) Konstitusi Federal. 

"Namun, setelah pencalonan PM diumumkan, ternyata tidak ada anggota parlemen yang mendapatkan suara mayoritas yang dibutuhkan, untuk diangkat menjadi PM Malaysia," sambung Ahmad.

Baca juga: Kekalahan Pemilu Juga Dirasakan Putra Mahathir

Mengingat tidak ada anggota parlemen yang memperoleh suara mayoritas, Raja Malaysia pun menyetujui para pemimpin koalisi PH dan PN untuk mengadakan audiensi. 

Adapun Raja meminta semua warga Malaysia untuk bersabar dan tenang sampai proses pembentukan pemerintah federal baru, serta penunjukan PM baru selesai.

"Yang mulia Raja Abdullah menyerukan kepada seluruh umat untuk mendoakan negara, agar selalu diberkahi dan dilindungi dari bencana dan musibah,” tutupnya.(TheStar/OL-11)
 

BERITA TERKAIT