21 November 2022, 09:55 WIB

Ditinggalkan Mendagri, Kishida Semakin Lemah


Cahya Mulyana |

KEKUATAN politik Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida semakin lemah untuk menjalankan agenda-agendanya. Terbaru dia ditinggalkan salah satu menterinya, Menteri Dalam Negeri Minoru Terada yang mengundurkan diri.

Terada menjadi anggota Kabinet ketiga yang mengundurkan diri dalam waktu kurang dari sebulan. Pengunduran diri Terada diduga terkait dengan skandal pendanaan Gereja Unifikasi.

Setelah pembunuhan mantan perdana menteri Shinzo Abe pada Juli, pemerintah Jepang mengungkapkan hubungan yang dalam dan lama antara politikus Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dan Gereja Unifikasi, sebuah kelompok yang menurut para kritikus adalah aliran sesat.

Terada mengajukan pengunduran dirinya setelah media melaporkan Kishida akan memecatnya. Terada, yang dikecam karena beberapa skandal pendanaan, mengakui salah satu kelompok pendukungnya telah menyerahkan dokumentasi pendanaan.

Kishida mengatakan dia telah menerima pengunduran diri Terada untuk memprioritaskan debat parlemen, termasuk pembahasan anggaran tambahan kedua untuk tahun fiskal yang berakhir Maret. Ditanya tentang fakta tiga menteri telah mengundurkan diri sejak 24 Oktober, Kishida ingin meminta maaf.

"Saya merasakan tanggung jawab yang berat," kata Kishida.

Baca juga: Fumio Kishida Umumkan Kemenangan Koalisi Pemerintahan

Ia berencana secara resmi menunjuk pengganti Terada pada Senin (21/11). Dia kemungkinan akan mencalonkan Takeaki Matsumoto, mantan Menteri Luar Negeri.

Kepergian Terada dapat semakin melemahkan Kishida yang tingkat kepercayaan publiknya merosot ke angka di bawah 30%. Itu semakin membuatnya sulit untuk menjalankan agenda politik.

Menteri revitalisasi ekonomi Daishiro Yamagiwa mengundurkan diri pada 24 Oktober karena hubungannya dengan kelompok agama. Menteri Kehakiman Yasuhiro Hanashi mengundurkan diri pada pertengahan November karena komentar yang dianggap meremehkan tanggung jawab pekerjaannya.

Pengunduran diri Hanashi dan Terada kemungkinan akan sangat menyakitkan karena mereka adalah anggota faksi Kishida di partainya.(NHK/OL-5)

BERITA TERKAIT