15 November 2022, 10:18 WIB

Usai Kuasai Kherson, Ukraina Siap Berdialog dengan Rusia


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelensky melakukan kunjungan mendadak ke kota Kherson. Zelensky pun mengaku siap kembali ke meja perundingan damai dengan Rusia.

"Ukraina hanya tertarik pada tidak adanya pendudukan negara dan wilayah kita. Kami (selalu) siap untuk perdamaian. Perdamaian untuk seluruh Ukraina," ungkapnya.

Ia mengaku telah menghormati hukum internasional dan kedaulatan setiap negara. "Sekarang kami berbicara tentang kedaulatan negara kami. Itulah mengapa kami berperang melawan agresi Rusia," kata Zelensky.

Sebelumnya, media Barat melaporkan bahwa Barat mungkin mendorong Kyiv untuk bernegosiasi dengan Moskow. Pejabat senior Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) berbeda pendapat tentang perlunya mendorong Ukraina ke dalam pembicaraan damai. Namun, mereka yakin peluang untuk negosiasi dapat muncul dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.

Kyiv membantah menghadapi tekanan dari Barat terkait pembicaraan damai. Oleh Nikolenko, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, pada 14 November bahwa Rusia tidak dalam posisi untuk mendikte persyaratan negosiasi.

Presiden AS, Joe Biden memuji Ukraina setelah Rusia menarik mundur pasukannya dari Kherson. Menurut Biden ini adalah sebuah kemenangan signifikan.

“Itu adalah kemenangan yang signifikan bagi Ukraina. Kemenangan yang signifikan. Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa selain memuji keberanian, tekad, dan kapasitas rakyat Ukraina dan militer Ukraina,” ujar Biden dalam konferensi pers menjelang KTT G20 di Hotel Grand Hyatt, Bali.

Biden pun menegaskan Bahwa negaranya akan terus memberikan kemampuan bagi rakyat Ukraina untuk mempertahankan diri. Biden menyatakan pihaknya tidak akan terlibat dalam negosiasi apa pun.  “Semua tentang Ukraina adalah keputusan yang harus diambil Ukraina,” tegasnya. (The Wall Street Journal/OL-13)

BERITA TERKAIT