15 November 2022, 09:45 WIB

48 ribu Karyawan Universitas California Mogok Kerja, Ini Alasannya


Cahya Mulyana |

LEBIH dari 48 ribu pekerja akademis di Universitas California telah melakukan pemogokan kerja. Alasannya mereka menilai terdapat praktik perburuhan yang tidak adil dan upah rendah.

Para peneliti, cendekiawan pascadoktoral, asisten pengajar, dan karyawan lainnya bersatu dalam aksi ini. Insiden tersebut menjadi pemogokan pekerja akademik terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Langkah ini diperkirakan akan menghentikan kegiatan dalam sistem Universitas California, jaringan 10 universitas negeri dan lebih dari 280 ribu mahasiswa. “Kondisi materi kami sudah sangat buruk begitu lama sehingga banyak orang sudah kehabisan kesabaran dengan universitas,” kata seorang mahasiswa pascasarjana di departemen sejarah di University of California, Santa Barbara, Janna Haider.

Ia bekerja di posisi sekretaris rekaman untuk cabang Santa Barbara dari United Automobile Workers 2865, salah satu serikat pekerja yang mewakili pekerja akademis. Disebutkan bahwa 98% pekerja memilih mendukung pemogokan.

“Kami menghasilkan sekitar US$ 23ribu per tahun, dan itu tidak layak untuk hidup di banyak bagian California. Ketika saya dibayar dan saya sudah terbiasa berdoa sedikit ketika saya menggesek kartu saya untuk membeli bahan makanan, ”kata Haider.

Pemogokan terjadi selama masa kerusuhan buruh yang berkembang di AS, ketika para pekerja bersaing untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dari kue ekonomi. Di antara tuntutan yakni kenaikan gaji menjadi US$54ribu per tahun.

Serikat pekerja juga menyerukan peningkatan keamanan kerja, aksesibilitas yang lebih besar bagi pekerja penyandang disabilitas dan bantuan tambahan untuk siswa dengan anak-anak. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh kelompok mahasiswa Universitas California menemukan bahwa 92% pekerja mahasiswa pascasarjana merasa terbebani oleh uang sewa, menghabiskan lebih dari 30% gaji untuk perumahan.

Setengah lagi harus membayar lebih dari 50% untuk sewa tempat tinggal. Sejumlah organisasi buruh, termasuk Asosiasi Guru California, turun ke media sosial untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap pemogokan itu.

“Solidaritas dengan 50ribu pekerja akademik Universitas California di garis depan hari ini,” kata asosiasi itu dalam sebuah posting Twitter.

Dalam sebuah pernyataan, Universitas California mengatakan bahwa mereka berencana untuk memastikan bahwa pembelajaran berlanjut dan menyangkal bahwa mereka terlibat dalam praktik perburuhan yang tidak adil.

Mereka juga mengklaim telah murah hati, responsif terhadap prioritas serikat dan berkomitmen untuk terus bernegosiasi dengan itikad baik dan mencapai kesepakatan penuh sesegera mungkin. (Aljazeera/OL-13)

BERITA TERKAIT