10 November 2022, 12:15 WIB

Dubes Iran untuk Indonesia Sebut Demonstran Pro-Mahsa Amini Biadab


Mesakh Ananta Dachi |

DUTA Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad mengungkapkan bahwa gelombang protes besar-besaran yang kini terjadi di Iran atas kasus kematian Mahsa Amini (22) adalah suatu gerakan yang bermotto pada kekerasan dan berkeinginan menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Mereka melakukan kampanye untuk menggulingkan kekuasaan dan kampanye kekerasan yang tertinggi. Hal ini yang saya lihat menjadi motto dari para demonstran yang ada di Iran saat ini,” ujar Azad di Kapal Perang Iran DENA 75, Rabu (9/11).

Azad, kemudian menyebut para demonstran melakukan tindakan ‘biadab’ lewat protes yang mereka lakukan.

Baca juga: Demonstrasi Pro-Mahsa Amini di Iran Sudah Tewaskan 40 Polisi

“Sesuatu yang saat ini saya bisa katakan sebagai sangat ‘biadab’. Motto yang mereka jalankan adalah sesuatu yang memalukan,” tegasnya.

Azad juga melanjutkan para demonstran yang melakukan protes di Iran melakukan tindakan brutal dan keji. Bahkan, Azad menambahkan 40 polisi telah tewas dalam protes yang berkecamuk di negara tersebut.

“Intervensi dari media dan media sosial yang menyampaikan bahwa ‘setiap Sabtu datang ke daerah dan jalan ini untuk berteriak dan berdemo, melakukan perusakan dan pembakaran di Iran’. Bahkan mereka membakar Al-Quran, membakar Masjid, bank. Dan yang lebih buruknya, beberapa dari mereka menggunakan pistol untuk membunuh,” ungkap Azad.

“Berdasarkan informasi yang saya terima hingga saat ini, 40 polisi sudah dibunuh,” imbuhnya.

Kini, 227 anggota parlemen di Iran dikabarkan akan menghukum mati para demonstran yang melakukan protes di Iran. 

Sebelumnya, kematian Mahsa Amini pada 16 September 2022 silam telah menciptakan gelombang protes yang masif di Iran. Komisi Hak Asasi Manusia Iran mencatat bahwa 304 orang telah tewas atas protes yang sedang berlangsung. (OL-1)

BERITA TERKAIT