08 November 2022, 23:18 WIB

PM Swedia Bujuk Turki atas Penentangan Keanggotaan NATO


Ferdian Ananda Majni |

PERDANA Menteri Swedia Ulf Kristersson dijadwalkan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Selasa (8/11) dalam upaya tingkat atas untuk membujuk Turki agar menghentikan penentangannya terhadap Swedia yang bergabung dengan NATO.

Setelah Rusia menginvasi Ukraina, Swedia dan Finlandia meninggalkan kebijakan lama non-blok militer mereka dan pada Mei mendaftar untuk bergabung dengan aliansi transatlantik.

Tetapi Turki telah menghentikan ratifikasi tawaran mereka --yang memerlukan persetujuan bulat dari 30 anggota NATO. Mereka menuduh negara-negara Nordik, dan terutama Swedia, menyediakan tempat yang aman bagi militan Kurdi yang dilarang dan menurut Ankara adalah teroris.


Baca juga: Semangat Dasa Sila Bandung Pererat Kerja Sama Bangsa Asia-Afrika


Erdogan --yang mencalonkan diri kembali pada pemilihan tahun depan-- berada dalam posisi kuat, setelah membujuk rekannya dari Rusia Vladimir Putin untuk berhenti memblokade ekspor gandum Ukraina.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pekan lalu berusaha untuk memperkuat tangan pelamar baru dengan secara pribadi melakukan perjalanan ke Ankara untuk memperdebatkan kasus mereka.

"Sudah waktunya untuk menyambut Finlandia dan Swedia sebagai anggota penuh NATO. Aksesi mereka akan membuat aliansi kita lebih kuat dan rakyat kita lebih aman," katanya.

Stoltenberg menekankan bahwa Swedia dan Finlandia telah menyetujui pada bulan Juni untuk konsesi, termasuk menangani permintaan Turki untuk tersangka teror untuk dideportasi atau diekstradisi.

"Finlandia dan Swedia telah menyampaikan kesepakatan mereka ke Turki," kata Stoltenberg, seraya menambahkan bahwa membawa mereka ke NATO adalah penting untuk mengirim pesan yang jelas ke Rusia. (AFP/OL-16)

BERITA TERKAIT