05 November 2022, 13:52 WIB

Tokoh Agama Dunia Harus Lebih Vokal Suarakan Ancaman Perubahan Iklim


Mediaindonesia.com |

KETUA Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr, Ahmad Al-Tayeb menegaskan bahwa Islam mengharuskan umatnya untuk menjaga lingkungan hidup, mengembangkan dan melestarikan sumber dayanya. Islam melarang aksi menebang pohon dan tumbuh-tumbuhan atau menenggelamkannya ke dalam air untuk tujuan merusak.

Syekh Al-Tayeb mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka bumi dan sikap sewenang-wenang terhadap sumber daya alam di mana manusia diberi amanat untuk menjaga dan memakmurkannya, adalah sesuatu yang berlawanan dengan kehendak Allah di alam raya yang luas ini.

Syekh Ahmad Al-Tayeb menambahkan bahwa orang yang mengetahui besarnya biaya yang diperlukan untuk mengatasi krisis perubahan iklim. Terutama mengingat praktik negara-negara industri besar menahan dana yang dibutuhkan secara moral dan manusiawi, pasti akan merasa ngeri dan takut.

"Kita, para pemuka dan tokoh agama, punya kewajiban untuk menyuarakan hal ini kepada para pemegang kebijakan dan pemilik kekayaan besar," kata Ahmad Al-Tayeb pada pertemuan reguler ke-16 MHM di Manama, Bahrain, Jumat (4/11/2022).

baca juga: Quraish Shihab: Fobia Agama Bisa Menjadikan Manusia Mengalami kekeringan Rohani

Menurutnya pemegang kebijakan dan pemodal harus berpikir walau sedikit, tentang masa depan mereka sebelum masa depan orang lain. Mereka harus berbuat, suka atau tidak suka untuk mengatasi bencana ini.

"Tidak penting bagi kita apakah mereka mau mendengarkan seruan kita atau mau menutup telinga. Jalan yang kita tempuh, sebagai pemeluk agama samawi, adalah jalan Nabi yang mendapat wahyu dari atas langit ketujuh: 'Sesungguhnya kamu hanya bertugas menyampaikan'," tegas Imam Akbar.

Majelis Hukama Muslimin menyelenggarakan sidang ke-16 dengan tema "Dialog Antaragama dan Tantangan Abad Ke-21" di Masjid Istana Sakhir, Manama, Bahrain. Sidang tahunan itu dipimpin langsung oleh Ketua MHM dan Grand Shekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb bersama Pemimpin Gereja Katolik Sri Paus Fransiskus.

Sidang tahunan MHM diselenggarakan setelah berakhirnya penyelenggaraan Forum Dialog Bahrain dengan tema "Timur dan Barat untuk Koeksistensi Manusia" pada 3-4 November 2022 yang dihadiri oleh Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. (RO/N-1)

 

 

BERITA TERKAIT