01 November 2022, 10:28 WIB

Demi Kemanusiaan, Erdogan Tetap Fasilitasi Ekspor Gandum dari Ukraina


 Cahya Mulyana |

TURKI menyatakan akan terus berupaya memfasilitasi ekspor gandum dari Ukraina walaupun Rusia menghentikan izin ekspor pangan dari Ukraina.

Sikap Moskow itu menyusul serangan pesawat tak berawak atau drone milik militer Ukraina terhadap armada angkatan laut Rusia di perairan Krimea.

Rusia menuduh bahwa salah satu drone militer Ukraina dikerahkan dari kapal gandum Ukraina yang masuk dalam kesepakatan izin ekspor gandum tersebut.

Terlepas dari keputusan Moskow, kapal kargo dari Ukraina tetap berlayar membawa 354.500 ton gandum pada Senin (31/10).

Jumlah ini merupakan pengiriman harian terbesar sejak program dimulai pada Agustus 2022.

“Bahkan jika Rusia ragu-ragu karena tidak menerima manfaat yang sama, kami akan melanjutkan upaya kami dengan tegas untuk melayani kemanusiaan,” kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga: Di Tengah Kegelapan, Warga Kyiv Krisis Air Bersih

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Turki, Hulusi Akar mendorong Rusia mengevaluasi kembali penangguhan partisipasi kesepakatan tersebut.

Dalam pembicaran melalui telepon dengan Menhan Rusia Sergey Shoigu, Menhan Akar mengatakan kelanjutan kesepakatan ekspor tersebut sangat penting.

Dia menambahkan bahwa kesepakatan ini harus dipisahkan dari konflik di Ukraina. Koordinator PBB untuk kesepakatan ekspor biji-bijian mengatakan kapal kargo sipil tidak akan pernah menjadi target militer.

Risiko Ekspor Rusia melarang kapal kargo melewati koridor keamanan Laut Hitam dan meminta Ukraina memenuhi kewajiban untuk tidak menggunakan rute ini untuk tujuan militer.

“Pergerakan kapal di sepanjang koridor keamanan tidak dapat diterima, karena kepemimpinan Ukraina dan komando Angkatan Bersenjata Ukraina menggunakannya untuk melakukan operasi militer melawan Federasi Rusia,” kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Rusia juga menekankan bahwa Moskow tidak menarik diri dari kesepakatan tetapi hanya menangguhkannya. Kementerian tidak mengatakan Rusia mengancam kapal yang berlayar di rute tersebut.

Sementara Ukraina tidak membenarkan atau membantah melakukan serangan terhadap pangkalan Armada Laut Hitam Rusia di Krimea, tetapi mengatakan angkatan laut Rusia adalah target militer yang sah.

Kesepakatan ekspor biji-bijian ini telah mengurai krisis pangan global sejak dibuka tiga bulan lalu.

Ukraina telah mengirimkan lebih dari sembilan juta ton biji-bijian dan bahan makanan lainnya, dan harga jagung dan gandum telah turun dari level tertinggi pada pada awal tahun. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT