23 October 2022, 13:07 WIB

Serangan Udara Rusia Picu Listrik Padam di Wilayah Ukraina


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengatakan Rusia telah meluncurkan serangan besar-besaran ke Ukraina. Beberapa di antaranya menghancurkan infrastruktur energi yang mengakibatkan pemadaman listrik seantero Ukraina.

"Ini adalah serangan keji pada objek-objek kritis. Dunia dapat dan harus menghentikan teror ini," katanya.

Ia mengatakan wilayah kelumpuhan massal akibat krisis energi terbaru ini sangat luas.

"Tentu saja kami tidak memiliki kemampuan teknis untuk merobohkan 100% rudal Rusia dan menyerang drone," ucap Zelenskiy.

"Saya yakin, secara bertahap, kami akan mencapainya, dengan bantuan dari mitra kami. Sudah sekarang, kami menjatuhkan sebagian besar rudal jelajah, sebagian besar drone,” paparnya.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa lebih dari selusin rudal Rusia menghantam fasilitas energi dan infrastruktur lainnya di seluruh Ukraina pada Sabtu (22/10).

Baca juga: Rusia Evakuasi 60 ribu Orang dari Kherson

Serangan Rusia itu menyebabkan pemadaman listrik di beberapa bagian wilayah yang berbeda.

"Serangan udara Rusia pada fasilitas energi di seluruh negeri telah menyebabkan lebih dari satu juta rumah tangga di Ukraina tanpa listrik," jelas Wakil Kepala Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko.

Ia mengatakan serangan baru Rusia menargetkan infrastruktur energi di barat Ukraina. Operator energi Ukraina Ukrenergo melaporkan pemadaman listrik secara masif.

Pemadaman listrik dilaporkan di bagian lain negara itu dan pejabat setempat berulang kali menyerukan untuk mengurangi penggunaan energi. Beberapa bagian Ukraina telah memotong penggunaan listrik hingga 20%.

Beberapa bagian dari Kyiv mengalami pemadaman listrik hingga malam hari. Di satu distrik pusat, toko-toko tutup dan lampu lalu lintas padam.

Orang-orang Ukraina menggunakan ponsel mereka sebagai obor saat mereka berjalan melalui jalan yang gelap di Kyiv, Ukraina, setelah serangan rudal Rusia terhadap infrastruktur energi.

Pasukan Ukraina telah menjatuhkan 20 rudal dan lebih dari 10 pesawat tak berawak Shahed buatan Iran.

 Komando Angkatan Udara Ukraina sebelumnya mengatakan 33 rudal telah ditembakkan ke Ukraina.

Delapan belas ditembak jatuh. Sebagian besar kota barat Khmelnytskyi, yang mengangkangi Sungai Bug dan memiliki populasi sebelum perang sebanyak 275ribu dibiarkan tanpa listrik, tak lama setelah media lokal melaporkan beberapa ledakan keras.

Dalam sebuah posting media sosial pada, dewan kota mendesak penduduk setempat untuk menyimpan air karena keterbatasan energi.

Di wilayah Belgorod Rusia yang berbatasan dengan Ukraina, setidaknya dua warga sipil tewas dalam serangan pada hari Sabtu (22/10), menurut gubernur setempat, Vyacheslav Gladkov.

"Juga hampir 15ribu orang dibiarkan tanpa listrik," katanya.

Rusia pekan lalu melaporkan peningkatan besar dalam tembakan Ukraina ke wilayahnya, dengan mengatakan serangan sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Belgorod dan wilayah tetangga Bryansk dan Kursk.

Saksi mata di kota selatan Mykolaiv melaporkan pemadaman listrik selama beberapa jam yang mengganggu sinyal ponsel.

Di kota tenggara Nikopol, yang secara teratur ditembaki dari posisi Rusia di seberang Sungai Dnieper, pihak berwenang setempat memperingatkan bahwa sirene serangan udara akan dimatikan sebagai akibat dari pemadaman listrik.

Sebaliknya, kendaraan darurat yang mengemudi di sekitar kota akan memperingatkan ancaman udara yang masuk.

Pembantu Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak mengatakan Moskow ingin menciptakan gelombang baru pengungsi ke Eropa dengan serangan itu.

Sementara Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan di Twitter bahwa serangan itu merupakan genosida.

Moskow telah mengakui menargetkan infrastruktur energi tetapi menyangkal menargetkan warga sipil.

Operator jaringan negara Ukrenergo mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur transmisi di Ukraina barat, tetapi pembatasan pasokan diberlakukan di 10 wilayah, termasuk di Kyiv.

“Skala kerusakan sebanding atau mungkin melebihi konsekuensi dari serangan (antara) 10-12 Oktober,” tulis Ukrenergo di aplikasi Telegram.

Itu merujuk pada gelombang pertama serangan pada sistem tenaga pekan lalu.

Wakil kepala pemerintahan kota Kyiv, Petro Panteleev memperingatkan bahwa serangan Rusia dapat membuat ibu kota Ukraina tanpa listrik dan panas selama beberapa hari atau minggu. (The Guardian/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT