17 October 2022, 14:17 WIB

Pesawat Nirawak Kamikaze Rusia Kembali Gempur Kota Kyiv


Ferdian Ananda Majni |

Pesawat nirawak kamikaze atau bunuh diri yang diluncurkan Rusia kembali menyerang Kyiv Senin (17/10) pagi.

Kepresidenan Ukraina, menggambarkan serangan itu sebagai tindakan putus asa hampir delapan bulan dalam perang yang telah merenggut ribuan nyawa tersebut.

Sirene serangan udara terdengar di Kyiv sesaat sebelum ledakan pertama sekitar pukul 6:35 pagi (0335), diikuti oleh sirene di sebagian besar negara.

"Ibu kota diserang oleh drone kamikaze," kata Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, di media sosial.

"Rusia berpikir itu akan membantu mereka, tetapi itu menunjukkan keputusasaan mereka," tambahnya.

Baca juga: Drone 'Kamikaze' Buatan Iran Gempur Insfrastruktur di Wilayah Kyiv

"Kami membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara dan sesegera mungkin. Lebih banyak senjata untuk mempertahankan langit dan menghancurkan musuh,”

Serangan itu terjadi tepat seminggu setelah Rusia melancarkan gelombang besar serangan rudal di ibu kota Ukraina dan kota-kota di seluruh negeri.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan serangan pesawat tak berawak itu telah menyebabkan kebakaran dan merusak beberapa bangunan di pusat distrik Shevchenkivsky dan memperingatkan warga untuk berlindung.

"Pemadam kebakaran sedang bekerja. Beberapa bangunan tempat tinggal rusak. Petugas medis ada di tempat," katanya di Telegram.

"Kami sedang mengklarifikasi informasi tentang korban," jelas Vitali Klitscho yang juga mantan juara dunia tinju kelas berat dunia WBO.   

Wali Kota juga memposting gambar apa yang dia katakan adalah puing-puing hangus dari salah satu drone kamikaze, amunisi berkeliaran yang dapat melayang sambil menunggu target untuk diserang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu mengatakan pesawat tak berawak Iran digunakan dalam serangan Rusia terhadap infrastruktur energi di beberapa kota Ukraina.

Sejauh ini. Teheran tetap membantah memasok Rusia dengan senjata untuk perang. (AFP/Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT