05 October 2022, 12:55 WIB

Musk Terpaksa Beli Twitter US$44 M


Cahya Mulyana |

MILIARDER Amerika Serikat (AS) Elon Musk akan melanjutkan tawaran awal sebesar US$44 miliar untuk pembelian saham Twitter Inc. Tujuan pendiri perusahaan Tesla itu untuk mengakhiri sengketa jual-beli yang kini masuk ranah Meja Hijau.

Musk mengajukan proposal pembelian Twitter pada April yang meningkatkan nilai sahamnya 12,7% menjadi US$47,93 juga saham Tesla naik sekitar 2,4%. Musk di tengah negosiasi keluar dan berencana membatalkan niatnya akibat data pengguna keliru dengan 5% dari total akun Twitter palsu.

Kemudian Twitter menggugat dan kini sudah masuk dalam agenda persidangan di Court of Chancery di Georgetown, Delaware, AS. Perusahaan media sosial menuntut Musk memenuhi kesepakatan dengan membayar US$44 miliar.

Musk sepakat untuk membeli saham perusahaan Twitter US$54,20 per lembar. Pendukung eks Presiden AS Donald Trump berharap Musk akan mengaktifkan kembali akun mantan presiden Amerika Serikat, yang dilarang setelah serangan 6 Januari 2021 di US Capitol oleh para pendukungnya. Komitmen baru untuk kesepakatan itu akan memberi Musk, yang sudah menjadi salah satu pengusaha paling menonjol dan blak-blakan di dunia, sebuah megafon untuk pandangannya.

Dia telah menggunakan Twitter untuk menimbulkan kontroversi, termasuk melayangkan rencana perdamaian untuk perang Ukraina-Rusia yang mendapat kecaman cepat dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Baca juga:  Elon Musk Berniat Undur Jadwal Sidang Perseteruan Dengan Twitter

Pesan teks yang terungkap selama litigasi menunjukkan Musk berencana memerangi spam dengan memverifikasi akun, ingin mengalihkan Twitter dari iklan ke langganan dan berharap untuk mengadopsi layanan seperti transfer uang.

Musk telah menjual saham Tesla senilai US$15,4 miliar sejak setuju untuk membeli Twitter. Dia tidak berencana untuk menjual lebih banyak saham Tesla, tetapi beberapa analis memperkirakan dia akan menjual saham Tesla lebih lanjut untuk mendanai kesepakatan dengan Twitter.

Karena Twitter telah menerima dukungan pemegang saham untuk penjualan ke Musk, kesepakatan itu dapat ditutup dengan cepat dalam beberapa minggu mendatang jika kedua belah pihak menyelesaikan persyaratan aslinya. Pada Juni, Twitter mengatakan masa tunggu untuk izin antimonopoli telah berakhir, menunjukkan bahwa kesepakatan itu bisa dilanjutkan. (Aljazeera/OL-5)

BERITA TERKAIT