30 September 2022, 06:15 WIB

Kebocoran Keempat di Pipa Nord Stream Ditemukan


Basuki Eka Purnama |

PEMERINTAH Swedia, Kamis (29/9), mengatakan telah menemukan kebocoran keempat dari pipa gas bawah tanah yang menghubungkan Rusia dengan Eropa.

Pipa gas Nord Stream 1 dan 2 menjadi pusat ketegangan geopolitik saat Rusia memangkas pasokan gas ke Eropa sebagai balasan atas sanksi yang dijatuhkan negara Barat atas invasi Moskow ke Ukraina.

Penjaga pantai Swedia, Kamis (29/9) mengaku menemukan total empat kebocaran pada pipa gas di Laut Baltic, dua di wilayah Swedia dan dua di wilayah Denmark. Sebelumnya, hanya tiga kebocoran yang ditemukan.

Baca juga: Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Diduga Disengaja

NATO menyatakan kebocoran itu terjadi karena aksi sabotase yang disengaja, sembrono, dan tidak bertanggung jawab. Pakta itu mendukung digelarnya penyelidikan untuk menentukan penyebab kebocoran tersebut.

"Segala bentuk serangan disengaja terhadap infrastuktur aliasi akan dihadapi dengan tanggapan tegas secara bersama-sama," tegas NATO sembari menambahkan kebocoran itu mengancam jalur transportasi kapal dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Rusia, yang membantah tudigan sebagai penyebab kebocoran itu, mengatakan kekuatan asing bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai aksi terorisme.

Badan Keamanan Rusia telah melancarkan penyelidikan terhadap aksi 'terorisme internasional' itu dan menyebut kebocoran gas itu menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi negara mereka.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan penyelidikan mereka membutuhkan kerja sama sejumlah negara namun negara-negara tetangga mereka enggan bekerja sama dengan Rusia.

Pada Rabu (28/9), Rusia meminta Washington menjawab apakah mereka bertanggung jawab atas kebocoran itu. Tudingan itu dengan tegas dibantah Amerika Serikat (AS). (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT