26 September 2022, 13:55 WIB

Indonesia Ajak GNB Penuhi Janji ke Palestina


Cahya Mulyana |

ISU kemerdekaan Palestina tetap berada dalam agenda Gerakan Non-Blok (GNB) karena hingga kini belum dapat diselesaikan. Indonesia berada pada posisi paling depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Kita tidak melakukan walk the talk, kita hanya bicara, tapi tidak berbuat," kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi saat berbicara mengenai isu Palestina dalam Pertemuan Tingkat Menteri GNB di New York, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, (24/9).

Dalam seminggu terakhir, kata dia, negara-negara yang tergabung dalam GNB disibukkan dengan isu krisis global. "Tetapi satu hal yang tidak boleh kita lewatkan adalah komitmen kita untuk Palestina. Membebaskan Palestina dari penjajahan adalah utang kita bersama," tegasnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Indonesia merasa bangga dapat berdiri di jajaran paling depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga menyampaikan kembali komitmen teguh Indonesia dalam mendukung Solusi Dua Negara atau Two-State Solution.

Baca juga: PM Baru Italia, Giorgia Meloni Berpidato Atas Kemenangannya

"GNB seharusnya dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong dimulainya proses perdamaian, karena GNB terdiri atas 120 negara, yang artinya memiliki 60 persen suara di PBB. Ini jelas akan membawa perbedaan. Selain itu, saat ini, terdapat lima negara GNB yang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ungkap Retno.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengingatkan dunia mengenai kekerasan di Palestina. Retno pun mengajak GNB merapatkan barisan dan menyatukan posisi untuk melakukan upaya-upaya perdamaian bagi Palestina.

"Dengan 139 negara telah mengakui Palestina sebagai negara, kita harus terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina," tegasnya.

Komite Palestina GNB adalah salah satu kelompok kerja di GNB yang dibentuk untuk memperkuat dukungan GNB untuk kemerdekaan Palestina. Pertemuan di New York kali ini dipimpin Azerbaijan selaku Ketua GNB.(OL-4)

BERITA TERKAIT