26 September 2022, 12:03 WIB

PM Baru Italia, Giorgia Meloni Berpidato Atas Kemenangannya


Cahya Mulyana |

Calon Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni berterima kasih kepada seluruh rakyat Italia yang telah memilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) pada Minggu (25/9). Ia berjanji akan menjadi pemimpin bagi semua golongan.

"Jika kita dipanggil untuk memerintah bangsa ini, kita akan melakukannya untuk semua orang Italia, dengan tujuan menyatukan rakyat, untuk membuat mereka bangga menjadi orang Italia, untuk mengibarkan bendera Italia," kata Meloni saat menyampaikan pidato kemenangan partainya.

Ia menyatakan seluruh suara yang telah dimandatkan kepada partainya akan digunakan sebaik mungkin. Partai dan dirinya setelah nanti resmi dilantik menjadi PM akan bekerja untuk melayani rakyat Itali. "Kamu memilih kami, dan kami tidak akan mengkhianatimu," katanya.

Meloni mengaku sangat gembira, pemimpin partai sayap kanan Persaudaraan Italia ini akan menjadi PM perempuan pertama di negerinya. Hasil penghitungan suara sementara dari lembaga survei menunjukkan partainya meraih 26% suara.

Mitra koalisinya, Liga garis keras Matteo Salvini dan Forward Italy dari Silvio Berlusconi, diperkirakan akan memenangkan masing-masing 8,7% dan 8,2% suara. Jika ditotal tiga partai itu cukup untuk mengantarkan Meloni duduk di kursi PM. "Partai Demokrat, yang gagal membentuk aliansi luas dengan partai-partai berhaluan kiri gagal mendulang suara. Pasalnya raihan suaranya hanya 18,3%," kata lembaga survei.

Gerakan Bintang Lima, yang sudah lama dianggap sebagai partai yang hampir mati, tampaknya telah melakukan lebih baik dari yang diharapkan, menaklukkan selatan dan mendapatkan 16,6% suara.

Sementara koalisi yang terdiri dari Italia Viva Matteo Renzi dan Azione Carlo Calenda, berada di 7,8%. "Meskipun hasilnya belum pasti, para pemilih telah mengirimkan indikasi yang jelas bahwa mereka menginginkan pemerintah sayap kanan-tengah untuk membimbing Italia," tambah temuan lembaga survei.

Saat para pendukungnya berpelukan, Meloni mengatakan momen kebanggaan melihat partainya mendapatkan suara mayora. Penduduk asli Roma telah menyaksikan kebangkitan meroket untuk partainya, yang dukungannya hanya satu digit pada tahun 2018.

Setelah bertahun-tahun menjadi oposisi, sikapnya yang tanpa kompromi telah menyentuh hati orang Italia yang frustrasi. Itu setelah tujuh pemerintahan dalam 11 tahun yang penuh gejolak, namun Meloni menjadi sebagai satu-satunya pilihan politik yang belum teruji.

Dia semakin memperkuat reputasinya sebagai politisi koheren dengan memutuskan untuk tidak mendukung pemerintahan PM Mario Draghi. Sekarang, dia akan menjadi pemimpin sayap kanan pertama di negara itu sejak Perang Dunia II.

Selama kampanye pemilihannya, dia berjanji untuk mengurangi pajak, memberlakukan blok angkatan laut untuk menghentikan imigrasi ilegal, dan untuk mengutamakan kepentingan orang Italia di dalam Uni Eropa.

Dia juga menjelaskan akan terus mendukung Ukraina dan sanksi terhadap Rusia, sambil tetap bersikap kritis di blok Eropa. Tapi dia menghadapi tantangan membawa Italia melewati musim dingin yang kritis karena krisis energi dan inflasi yang melonjak. (Aljazeera/OL-12)

 

BERITA TERKAIT