22 September 2022, 10:11 WIB

Tiongkok Desak Rusia-Ukraina Lakukan Gencatan Senjata dan Buka Dialog


Cahya Mulyana |

TIONGKOK menyerukan gencatan senjata kepada Rusia dan Ukraina. Jalur tersebut dapat meredakan ketegangan baru usai Presiden Vladimir Putin menerbitkan dekrit mobilisasi 300 ribu tentara cadangan.

"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mewujudkan gencatan senjata melalui dialog dan konsultasi, dan menemukan solusi yang mengakomodasi masalah keamanan yang sah dari semua pihak sesegera mungkin," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

Ia mengatakan Tiongkok mendorong semua negara menghormati kedaulatan dan integritas teritorial. Sebagai masyarakat dunia yang damai harus menjalankan prinsip yang telah tertulis dalam piagam PBB tersebut.

"Teritorial semua negara harus dihormati, tujuan dan prinsip Piagam PBB harus dipatuhi, masalah keamanan yang sah dari semua negara harus ditanggapi dengan serius, dan semua upaya yang kondusif untuk penyelesaian krisis harus didukung," paparnya.

Putin mengumumkan mobilisasi 300 ribu tentara cadangan. Ia bersumpah untuk menggunakan semua cara untuk melindungi wilayah Rusia.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Lakukan Tukar Tahanan Sebanyak 300 Orang

Pernyataan Putin tersebut muncul setelah wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow mengumumkan referendum. Pekan lalu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning juga menyerukan Rusia dan Ukraina untuk melakukan gencatan senjata.

“Juga, kami berharap komunitas internasional akan menciptakan kondisi dan ruang untuk itu,” pungkasnya. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT