22 September 2022, 09:21 WIB

UE Rapat Darurat untuk Putuskan Sanksi Baru Rusia


Cahya Mulyana |

PARA diplomat tinggi Uni Eropa (UE) mengadakan pertemuan darurat Rabu (21/9) malam, untuk membahas sanksi baru terhadap Rusia. Langkah itu menanggapi kebijakan Moskow soal mobilisasi 300 ribu tentara cadangan untuk berperang di Ukraina.

"Pertemuan informal yang luar biasa dan ad hoc yang diikuti para menteri luar negeri dari blok 27 negara di New York untuk mengoordinasikan tanggapan terpadu terhadap ancaman tidak dapat diterima Presiden Rusia Vladimir Putin," kata Kepala kebijakan luar negeri UE, Josep Borrell.

Sementara Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock mengatakan pertemuan itu membahas pidato Putin. Pasukan cadangan dan membuat ancaman terselubung untuk menggunakan senjata nuklir selama perang Ukraina.

Baca juga: Rusia Tahan 1.332 Demonstran Anti-mobilisasi Tentara Cadangan

Ketua UE, Ursula von der Leyen juga berbicara tentang kata-kata agresi baru Putin. "Saya pikir ini memerlukan sanksi dari pihak kami lagi," tambahanya.

Pekan lalu, dia mengatakan gelombang sanksi UE terhadap Rusia akan tetap ada dan bahwa Eropa harus mempertahankannya. UE juga akan membahas tentang strategi melanjutkan dukungan militer ke Ukraina.

"Pertanyaan sanksi ... pasti akan ada di atas meja," tambahnya.

Borrell melontarkan kritik keras atas pernyataan Putin soal penggunaan senjata nuklir. "Mengancam dengan senjata nuklir adalah bahaya nyata bagi seluruh dunia, dan komunitas internasional harus bereaksi di depan ancaman ini." (AFP/H-3)

BERITA TERKAIT