21 September 2022, 09:14 WIB

FBI Kebanjiran Ancaman dari Para Pendukung Trump


Basuki Eka Purnama |

SENATOR Amerika Serikat (AS), Selasa (20/9), mengecam gelombang ancaman yang dihadapi FBI. Ancaman itu muncul serelah agen federal AS merazia rumah mantan presiden AS Donald Trump, bulan lalu.

Pernyataan Senat AS itu muncul sebulan setelah FBI menemukan ribuan halaman dokumen, termasuk yang bertanda 'rahasia' atau 'sangat rahasia' di Mar-a-Lago, tempat Trump tinggal sejak meninggalkan Gedung Putih pada 2020/

Trump, yang menuding FBI bersikap bias sejak awal masa jabatannya, menyebut razia yang dilakukan FBI itu ilegal meski razia itu disetujui oleh hakim yang sepakat bahwa menahan dokumen Gedung Putih oleh mantan presiden adalah aksi ilegal.

Baca juga: Dokumen Trump yang Disita terkait Nuklir Negara Asing

"Saya telah berulang kali mengatakan bahwa kekerasan terhadap penegak hukum tidak akan pernah bisa diterima apa pun ideologi yang memicunya," ujar Dick Durbin, ketua komite kehakiman Senat AS.

"Namun, faktanya, selama sebulan terakhir, setelah FBI menjalankan surat perintah razia di kediaman Donald Trump, Mar-a-Lago, FBI dihadapkan pada gelombang ancaman terhadap petugas dan fasilitas mereka. Ancaman ini muncul akibat desakan Trump dan sekutunya," lanjutnya.

FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, selama sebulan terakhirm melaporkan lonjakan ancaman dan serangan terhadap petugas FBI selepas razia pada 8 Agustus itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT