20 September 2022, 18:52 WIB

Lawatan Perdana, PM Inggris Janjikan Bantuan untuk Ukraina


Ferdian Ananda Majni |

DALAM pertemuan puncak PBB, Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss berjanji untuk memenuhi atau melebihi nilai £2,3 miliar (US$ 2,6 miliar) bantuan militer kepada Ukraina pada 2022 dan 2023.

Pemerintahannya di masa mendatang pun akan menggandakan dukungan terhadap Ukraina, setelah Rusia melancarkan invasi. Truss, pada kunjungan internasional pertamanya sebagai PM Inggris, akan meminta para pemimpin lain di Majelis Umum PBB untuk mengakhiri cengkeraman energi Rusia di Eropa. 

Pasalnya, otoritas Rusia dinilai telah membiarkan terlalu banyak nyawa dimanipulasi. Adapun perjalanan Truss ke New York, hanya beberapa jam setelah pemakaman Ratu Elizabeth. Itu merupakan peristiwa pertama dalam kembalinya politik Inggris yang sibuk.

Baca juga: Keluarga Kerajaan Inggris Tuntaskan Pemakaman Ratu Elizabeth II

Kunjungan tersebut juga menandai awal pekan yang padat bagi PM Inggris yang baru. Ketika, pemerintahan Truss diperkirakan menetapkan paket dukungan energi baru untuk bisnis. Serta, rencana untuk membantu Layanan Kesehatan Nasional dan pemotongan pajak.

Di New York, Truss akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dia pun akan kembali menjanjikan dukungan terhadap Ukraina. Negara tersebut diketahui berhasil memukul mundur pasukan Rusia dengan bantuan bantuan militer Barat.

Baca juga: Rusia Sebut Kuburan Massal Izyum Palsu

"Pesan saya kepada rakyat Ukraina: Inggris akan terus berada tepat di belakang Anda, di setiap langkah. Keamanan Anda adalah keamanan kami," tegas Truss dalam sebuah pernyataan sebelum pidato di KTT PBB.

"Terlalu banyak nyawa, baik di Ukraina, Eropa dan seluruh dunia, yang dimanipulasi oleh ketergantungan pada energi Rusia. Kita harus mengakhirinya," seru dia.

Inggris menyatakan bantuan yang digaungkan Truss merupakan donor militer terbesar kedua ke Ukraina. Adapun dukungan pada tahun depan akan ditentukan oleh kebutuhan tentara Ukraina, meski diharapkan untuk memasukkan peralatan tempur, seperti sistem artileri roket.(CNA/OL-11)

BERITA TERKAIT