14 September 2022, 11:51 WIB

Tekanan Darah Najib Tinggi, Sidang 1MDB Ditunda


Cahya Mulyana |

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dirawat di rumah sakit sejak Senin (12/9). Tim kuasa hukumnya mengatakan Najib harus menjalani serangkaian tes yang mungkin memakan waktu beberapa hari.

"Ada masalah dengan kesehatannya, karena dia tampaknya menunjukkan tekanan darah yang berfluktuasi. Penyebabnya belum terdeteksi, jadi mereka melakukan yang terbaik," kata kuasa hukum Najib, Muhammad Shafee Abdullah.

Dia juga memberi tahu pengadilan bahwa Najib, yang dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL) nantinya akan dipindahkan ke National Heart Institute (IJN).

Baca juga: Alasan Kesehatan, Sidang Najib Razak Dipercepat

Wakil Jaksa Penuntut Umum Mohamad Mustaffa P Kunyalam tidak keberatan dengan penundaan itu, dan Hakim Collin Lawrence Sequerah kemudian menjadwal ulang sidang menjadi Rabu (14/9) sore.

Persidangan 1MDB Najib, awalnya, dijadwalkan berlangsung mulai Senin (12/9) hingga Kamis (15/9) dengan satu saksi penuntut bersaksi tentang uang yang mengalir masuk dan keluar dari rekening bank pribadi Najib sebelumnya di bank AmIslamic.

Saksi itu diperkirakan akan melanjutkan kesaksiannya pada hari ini. Namun, persidangan pada Senin (12/9), dipersingkat usai Pengadilan Tinggi diberitahu bahwa kondisi kesehatan mantan perdana menteri itu sangat buruk dan membutuhkan perhatian medis.

Tim penuntut mengatakan kepada hakim Pengadilan Tinggi bahwa Najib perlu dikirim ke rumah sakit untuk perawatan medis karena obat tekanan darah tinggi yang dia minum telah memberinya efek buruk.

Putri Najib, Nooryana Najwa, mengatakan tekanan darah ayahnya berubah sangat tinggi setelah dokter mengganti obatnya untuk mengobati sakit maag, Sabtu (10/9).

Dalam sebuah unggahan Instagram, dia juga mengatakan permintaan Najib untuk observasi di Rumah Sakit Kuala Lumpur ditolak dan dia dikirim kembali ke Penjara Kajang, tempat dia saat ini menjalani hukuman penjara 12 tahun setelah dinyatakan bersalah dalam korupsi terkait kasus 1MDB lainnya.

Kemudian, pada Senin (12/9) sore, Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa Najib dirawat di HKL pada Jumat (9/9) untuk prosedur elektif untuk memastikan kesehatannya berada pada tingkat yang optimal.

Pihak kementerian mengatakan jenis obat yang diresepkan untuk Najib saat dia dirawat adalah jenis yang sama dengan yang dia gunakan. Ia juga mengatakan Najib dalam keadaan sehat sebelum dia keluar dari rumah sakit.

Sidang 1MDB yang sedang berlangsung adalah kasus korupsi kedua Najib. Dia dituduh melakukan 25 tuduhan pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan dana 1MDB. (Bernama/OL-1)

BERITA TERKAIT