13 September 2022, 13:21 WIB

Alasan Kesehatan, Sidang Najib Razak Dipercepat


Cahya Mulyana |

SIDANG kasus eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terkait penyelewengan dana milik 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dipersingkat. Penyebabnya, kondisi kesehatan terdakwa memburuk selama sidang pada Senin (12/9).

Wakil jaksa penuntut umum senior Gopal Sri Ram, yang memimpin tim penuntut, mengatakan kepada hakim Collin Lawrence Sequerah bahwa dia diberitahu oleh petugas departemen Penjara Kajang pada Senin pagi bahwa kondisi Najib "sangat buruk".

"Obat tekanan darah terdakwa telah diubah dan memiliki efek buruk pada dirinya," kata Sri Ram.

Ia menambahkan, meski Najib dalam kondisi sehat, ia siap menjalani sidang hingga pukul 12.30 WIB.

"Pada pukul 14.00, Najib harus dibawa ke rumah sakit untuk menemui dokter," ucap Sri Ram.

Hakim menunda persidangan dan mengizinkan Najib mencari perawatan medis. Putri Najib, Nooryana Najwa, mengatakan tekanan darah ayahnya berubah sangat tinggi setelah dokter mengganti obatnya untuk mengobati sakit maag pada Sabtu pekan lalu.

Menurut Nooryana, para dokter yang melakukan prosedur biopsi pada Najib di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL) menemukan ia memiliki beberapa luka di perutnya.

"Selama pemeriksaan, dokter di HKL juga melakukan biopsi yang menyebabkan beberapa pendarahan dan borok harus dipotong untuk menghentikan pendarahan," tuturnya.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Najib Dirawat di Rumah Sakit

Dia mengatakan dokter juga mengubah pengobatannya dari yang biasa dia minum selama bertahun-tahun dan mengirimnya kembali ke Penjara Kajang.

Namun, tes oleh asisten medis pada Senin pagi menunjukkan tekanan darah Najib sangat tinggi dan kemungkinan karena perubahan pengobatan.

Nooryana mengatakan atas dasar kemanusiaan, keluarganya ingin memohon kepada otoritas penjara, rumah sakit dan pemerintah untuk melakukan hal yang benar dan mengizinkan ayahnya untuk menerima perawatan medis yang layak dan observasi.

Pada 4 September, media Malaysia melaporkan Najib dirawat di rumah sakit setelah mengalami rasa sakit di perutnya.

Selanjutnya, Nooryana memposting pernyataan yang mengatakan ayahnya memiliki masalah berulang dengan perutnya dan rentan terhadap bisul yang dapat kambuh selama stres atau setelah episode gastritis.

Mantan perdana menteri berusia 69 tahun itu berada di pengadilan untuk kasus korupsi dan pencucian uang kedua yang terkait dengan 1MDB. Dia saat ini menjalani hukuman penjara 12 tahun setelah Pengadilan Federal pada 23 Agustus menguatkan keyakinannya dalam kasus korupsi SRC International.(Bernama/OL-5)

BERITA TERKAIT