31 August 2022, 08:02 WIB

Eropa Terbelah Sanksi Baru untuk Rusia


Cahya Mulyana |

Negara-negara Uni Eropa (UE) terbelah mengenai rencana penerapan sanksi baru untuk Rusia. Sebanyak 27 anggota blok tersebut masih belum mencapai konsensus ide yang melarang kunjungan turis dari Negeri Beruang Merah.

"Sambil memahami keprihatinan beberapa negara anggota dalam konteks ini, kita tidak boleh meremehkan kekuatan transformatif dari pengalaman hidup dalam sistem demokrasi secara langsung, terutama untuk generasi mendatang," ungkap pernyataan bersama Prancis dan Jerman.

Sikap kedua negara tersebut bertentangan dengan anggota UE lain yang menyetujui pembatasan visa untuk warga negara Rusia. Pernyataan itu muncul menjelang pertemuan para menteri luar negeri UE di Praha pada Rabu (30/8).

"Kebijakan visa kami harus mencerminkan hal itu dan terus memungkinkan kontak orang-ke-orang di UE dengan warga negara Rusia yang tidak terkait dengan pemerintah Rusia," lanjut keterangan tersebut.

Kanselir Jerman Olaf Scholz sendiri sebelumnya menganggap banyak warga Rusia yang tidak sepakat dengan rezim Presiden Vladimir Putin. Menurut dia, "semua keputusan yang kita buat seharusnya tidak memperumit mereka untuk kebebasan dan meninggalkan negara itu, untuk menjauh dari kepemimpinan dan kediktatoran mereka di Rusia," paparnya.

Proposal larangan visa untuk warga Rusia diinisiasi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Dia beralasan banyak warga Rusia yang diam dengan aksi pemerintah negara itu menyerang Ukraina sehingga perlu ada tekanan semacam itu.

Sementara Finlandia, negara yang berbagi perbatasan sepanjang 830 mil dengan Rusia, telah mengumumkan pembatasan visa untuk warga Rusia. Mulai 1 September, negara itu hanya akan memberikan 500 visa per hari bagi warga Rusia.

Direktur Jenderal untuk Layanan Konsuler di Kementerian Luar Negeri Finlandia Jussi Tanner mengatakan bahwa maksimal 20% dari kuota tersebut akan dialokasikan untuk visa turis. Ini artinya tidak lebih dari 100 visa turis akan tersedia per hari.

Pembatasan ini didukung Perdana Menteri (PM) Finlandia, Sanna Marin. Alasannya perjalanan ke Eropa bagi warga Rusia adalah hak istimewa dan bukan hak dasar.

Estonia juga melarang kunjungan warga Rusia. Republik Ceko dan Latvia juga telah mendukung rancangan yang akan digodok semua anggota UE tersebut. (Reuters/OL-12)

BERITA TERKAIT