24 August 2022, 15:13 WIB

Dibui 12 Tahun, Najib Ungkit Jasa untuk Malaysia


Cahya Mulyana |

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak mulai menjalani hukuman penjara 12 tahun karena terbukti korupsi 1MDB. Usai dieksekusi ke penjara, dia menulis surat perpisahan kepada keluarganya dan mengungkit jasa selama 45 tahun kepada Malaysia

"Tahun-tahun saya telah berlalu, didedikasikan untuk orang-orang, pelayanan publik, politik, pengorbanan yang saya pilih dan saya buat, sebuah perjalanan yang menggembirakan tetapi sayangnya saya mengabaikan dan tidak selalu ada untuk Anda," tulis Najib pada Rabu (24/8).

Surat yang diunggah di akun Facebook-nya itu disertai dengan foto dirinya bersama cucunya. Keinginannya untuk bebas dari tuduhan korupsi 1MDB gagal karena bandingnya ditolak.

Dalam surat perpisahannya itu, ia mengatakan 46 tahun mengabdikan diri kepada Malaysia. Misalnya dalam pelayanan publik dan politik sehingga tidak banyak memiliki waktu untuk keluarga.

"Semua tantangan yang membuahkan hasil ini membuat saya tersenyum, sementara beberapa tidak, tetapi itu semua adalah pengorbanan besar seiring berjalannya waktu,” imbuhnya.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Najib Tulis Surat Perpisahan kepada Keluarga

Dia mengatakan memegang teguh ajaran Islam dan perjalanan itu ditakdirkan oleh Tuhan, sementara dia menunggu keadilan di pengadilan akhir zaman.

“Semoga Tuhan melindungi dan memberkati keluarga kita dengan kesehatan, umur panjang, dan kedamaian abadi,” tambah Najib.

Pada Selasa (23/8), Najib menjadi mantan perdana menteri pertama di Malaysia yang dikirim ke penjara setelah Pengadilan Federal menolak banding terakhirnya.

Pada 28 Juli 2020, Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur telah menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda RM210 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp695 miliar setelah dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan pelanggaran pidana. Pidana itu termasuk pencucian uang, dan penyalahgunaan posisi dalam sebuah kasus terkait dengan dana negara Malaysia 1MDB.(The Star/OL-5)

BERITA TERKAIT