22 August 2022, 15:59 WIB

Antisipasi Serangan Korut, Korsel dan Sekutu Mulai Latihan Gabungan


Ferdian Ananda Majni |

KOREA Selatan dan Amerika Serikat (AS) mengadakan latihan militer gabungan terbesar mereka dalam beberapa tahun. Tepatnya, ketika sekutu berusaha untuk memperketat kesiapan atas uji coba senjata potensial Korea Utara.

Latihan musim panas tahunan di Korea, berganti nama menjadi Ulchi Freedom Shield, yang dimulai pada Senin (22/8) ini. Lalu, dijadwalkan berakhir pada 1 September mendatang.

Adapun latihan militer gabungan tahunan terjadi setelah Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang menjabat pada Mei lalu, berjanji untuk menormalkan latihan gabungan. Serta, meningkatkan upaya pencegahan terhadap militer Korea Utara.

Baca juga: Korea Utara Sebut AS Berniat Bentuk NATO Versi Asia

Sebelumnya, skala latihan gabungan diperkecil dalam beberapa tahun terakhir karena pandemi covid-19. Adapun pendahulu Yoon berusaha untuk memulai kembali pembicaraan dengan Pyongyang, yang menyebut latihan itu sebagai upaya invasi.

Korea Utara menembakkan dua rudal jelajah dari kota pantai barat Onchon pekan lalu. Tepatnya, setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memulai pelatihan awal untuk latihan tersebut.

Baca juga: Zelensky Minta Warganya Waspada Jelang Hari Kemerdekaan

Menurut pejabat Seoul, Korea Utara melakukan uji coba rudal dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun ini. Negara itu juga siap melakukan uji coba nuklir ketujuh setiap saat.

Yoon menyebut pemerintahnya bersedia memberikan bantuan ekonomi, jika otoritas Korea Utara mengambil langkah menuju denuklirisasi. Akan tetapi, Korea Utara telah menolak tawaran tersebut dan secara terbuka mengkritiknya.

AS, Korea Selatan dan Jepang berpartisipasi dalam latihan pertahanan rudal balistik di lepas pantai Hawaii beluma ini. Latihan gabungan itu menjadi yang pertama sejak 2017, ketika hubungan Korea Selatan dan Jepang memanas dalam beberapa tahun.(CNA/OL-11)

 

BERITA TERKAIT