18 August 2022, 17:05 WIB

Korban Tewas Akibat Ledakan di Masjid Kabul Bertambah


Ferdian Ananda Majni |

SEBUAH ledakan yang menghancurkan sebuah masjid di Kabul saat salat magrib pada Rabu (17/8) dilaporkan menewaskan 21 orang.

Juru bicara kepolisian Khalid Zadran mengatakan bahwa 33 orang lainnya terluka dalam ledakan itu.

Saksi mata mengatakan kepada Reuters, ledakan kuat terdengar di lingkungan Kabul utara, menghancurkan jendela di gedung-gedung di dekatnya.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas ledakan itu dan pihak berwenang tidak secara terbuka menyalahkan.

Taliban mengatakan, mereka memulihkan keamanan di negara yang dilanda perang itu, yang telah mengalami penurunan kekerasan secara keseluruhan sejak kelompok itu mengambil alih dan mengalahkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS) setahun lalu.


Baca juga: Ledakan Bom Menyasar Masjid di Kabul, 20 Orang Tewas


Namun, beberapa serangan besar, beberapa diklaim oleh negara Islam, telah terjadi di pusat-pusat kota dalam beberapa bulan terakhir.

Sebuah fasilitas rumah sakit darurat, yang dijalankan oleh sebuah LSM Italia yang mengkhususkan diri dalam merawat korban perang, mengatakan dalam sebuah pernyataan telah menerima 27 orang, termasuk lima anak-anak, yang terluka dalam ledakan itu.

"Dua orang tewas dan satu pasien meninggal di ruang gawat darurat," kata direktur darurat Afghanistan Stefano Sozza.

Pada Agustus ini, rumah sakit telah merawat 80 pasien dari enam peristiwa korban massal yang berbeda, meliputi insiden besar seperti ledakan dan penembakan massal.

"Negara ini menderita akibat konflik yang sangat panjang yang telah merusak masa depannya," pungkas Sozza. (CNA/OL-16)

BERITA TERKAIT