18 August 2022, 17:04 WIB

Rusia Ancam Tutup Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia jika Penembakan Berlanjut


Ferdian Ananda Majni |

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina selatan dapat ditutup jika pasukan Ukraina terus menembaki fasilitas tersebut. Namun Kyiv membantah tuduhan tersebut.

Dalam sebuah pengarahan, kepala pasukan pertahanan radioaktif, kimia dan biologi Rusia Igor Kirillov mengatakan sistem pendukung cadangan pabrik telah rusak akibat penembakan.

“Jika terjadi kecelakaan di pabrik, bahan radioaktif akan mencakup Jerman, Polandia, dan Slovakia,” sebutnya.

Pabrik Zaporizhzhia direbut oleh pasukan Rusia pada Maret lalu. Kawasan itu tetap dekat dengan garis depan dan telah berulang kali diserang dalam beberapa pekan terakhir. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan di pabrik tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari ini, Kamis (18/8) di kota Lviv, Ukraina Barat.

Mereka akan membahas cara untuk menemukan solusi politik untuk perang dan mengatasi ancaman terhadap pasokan makanan global dan risiko bencana di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, yang telah diambil alih oleh pasukan Rusia.

Pertempuran di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia telah menimbulkan kekhawatiran akan bencana dan Guterres mengatakan dia ingin zona demiliterisasi didirikan. (CNA/OL-12)

BERITA TERKAIT