17 August 2022, 09:37 WIB

Sekjen PBB, Erdogan dan Zelensky Kembali Bahas Pangan


Cahya Mulyana |

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dan Presiden Turki Recep, Tayyip Erdogan akan bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy di Ukraina pada Kamis, kata seorang juru bicara PBB.

“Atas undangan Presiden Volodymyr Zelensky, sekretaris jenderal PBB akan berada di Lviv pada Kamis (18/8) untuk menghadiri pertemuan trilateral dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki dan pemimpin Ukraina,” kata Juru Bicara PBB, Guterres Stephane Dujarric.

Dujarric mengatakan ketiganya akan mengunjungi pelabuhan Laut Hitam Odesa. Fasilitas itu menjadi pintu ekspor biji-bijian di bawah kesepakatan yang ditengahi PBB.

Pada 22 Juli, Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan penting dengan PBB dan Turki untuk melanjutkan pengiriman biji-bijian dalam upaya meredakan krisis pangan global di mana jutaan orang menghadapi kelaparan.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu dan Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov masing-masing menandatangani perjanjian terpisah dengan pejabat PBB dan Turki tentang kembali rute pengiriman Laut Hitam yang diblokir.

Dujarric mengatakan Guterres akan bertemu Zelenskyy di Lviv, Ukraina barat dan membahas situasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, dan juga membahas perlunya solusi politik untuk konflik.

Ukraina dan Rusia saling menyalahkan atas penembakan di dekat pembangkit nuklir Ukraina timur, yang diambil alih pasukan Rusia segera setelah invasi 24 Februari mereka. Pabrik itu masih dioperasikan oleh teknisi Ukraina.

PBB mengatakan dapat membantu memfasilitasi kunjungan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke Zaporizhzhia dari Kyiv, tetapi Rusia mengatakan misi apa pun yang melalui ibu kota Ukraina terlalu berbahaya. Risiko bencana di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina. "Pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, meningkat setiap hari, " kata walikota kota tempat fasilitas itu berada.

Setelah dari Ukraina, Guterres akan mengunjungi pusat koordinasi bersama di Istanbul, yang terdiri dari pejabat Rusia, Ukraina, Turki dan PBB yang mengawasi ekspor gandum dan pupuk Ukraina ke Laut Hitam.

Tiga pelabuhan Laut Hitam dibuka bulan lalu di bawah kesepakatan yang didukung PBB, sehingga memungkinkan untuk mengirim ratusan ribu ton biji-bijian Ukraina ke pembeli. (Aljazeera/OL-12)

BERITA TERKAIT