16 August 2022, 19:05 WIB

Tentara Israel Temukan dan Blokade Terowongan Milik Hamas


Mediaindonesia.com |

TENTARA Israel menemukan dan memblokade satu terowongan yang mengarah keluar dari Jalur Gaza. Terowongan itu digali oleh Hamas sebagai penguasa di daerah kantong Palestina itu.

Israel mengatakan kelompok militan bertujuan menggunakan terowongan itu untuk menyusup ke pejuang dan menculik tentara Israel atau warga sipil sebagai alat tawar-menawar dalam pertukaran tahanan. Militer Israel mengatakan telah mengidentifikasi terowongan itu, "Dengan dua rute milik organisasi teroris Hamas yang digali dari Jalur Gaza utara."

Terowongan itu telah, "Melintasi wilayah Israel," kata Brigadir Jenderal Nimrod Aloni, komandan divisi Gaza yang akan keluar, Senin (15/8). Namun, dia mengatakan itu berhenti di penghalang beton bawah tanah dan karena itu tidak menimbulkan ancaman bagi komunitas Israel di daerah dekat Jalur Gaza.

Tentara mengatakan terowongan itu dinetralkan. Dalam pernyataannya kepada AFP, terowongan itu sebagian diisi dengan bahan-bahan teknik. 

"Ini membuat terowongan tertutup, tidak dapat dijangkau. Bahan peledak tidak digunakan dalam proses itu," tambahnya.

Hamas menjawab, "Perlawanan Palestina memiliki hak menggunakan segala cara untuk meningkatkan kemampuannya melawan arogansi dan kriminalitas," Israel. Berita itu muncul lebih dari seminggu setelah konflik tiga hari antara Israel dan militan Jihad Islam di Gaza berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Mesir.

Baca juga: Polisi Israel Tuding akan Ditikam Warga Palestina, Keluarga Membantah

Para penyelundup juga membangun jaringan terowongan di perbatasan dengan Mesir untuk mengimpor segala sesuatu mulai dari barang-barang rumah tangga hingga mobil dan senjata. Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir telah menghancurkan sebagian besar terowongan itu.

Pada Desember, pihak berwenang Israel mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan pembangunan penghalang di sepanjang perbatasan Gaza. Ini digambarkan sebagai dinding besi yang dilengkapi dengan sensor bawah tanah, radar, dan kamera untuk melawan ancaman. (OL-14)

BERITA TERKAIT