14 August 2022, 11:15 WIB

Biden Kecam Penusukan Salman Rushdie


Basuki Eka Purnama |

SALMAN Rushdie masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis setelah ditusuk dalam sebuah acara di Negara Bagian New York, Sabtu (13/8) WIB.

Penulis Inggris, yang selama bertahun-tahun hidup dalam penjagaan ketat polisi setelah pemimpin Iran memerintahkan agar dirinya dibunuh telah menjalani operasi darurat dan kini disambungkan ke ventilator pascapenusukan itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengecam aksi penyerangan itu dan mendoakan agar Rushdie bisa kembali pulih.

Baca juga: Pelaku Penusukan Salman Rushdie Ditangkap

"Salman Rushdie, dengan pandangannya mengenai kemanusiaan, kemampuannya bercerita, dan penolakannya untuk diintimidasi atau dibungkam, adalah perlambang ide universal, keberan, keberanian, dan ketangguhan," ujar Biden.

"Kami menegaskan komitmen kami untuk solidaritas dengan Rushdie dan siapa pun yang membela kebebasan berekspresi," lanjutnya.

Pada Sabtu (13/8) WIB, seorang pria berusia 24 tahun asal New Jersey, Hadi Matar, naik ke panggung tempat Rushdi akan memberi kuliah umum dan menusuk leher dan perut penulis itu.

Matar telah didakwa melakukan upaya pembunuhan namun polisi tidak menjelaskan motif dan motivasi Matar melakukan aksinya.

Menurut agen Rushdie, Andrew Wylie, penulis itu mengalami luka di mata, salah satu syaraf di tangannya putus dan hatinya rusak.

Penulis berusia 75 tahun itu telah lama hidup dalam ketakutan setlah pada 1989 Pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini merilis fatwa agar umat Muslim membunuh Rushdie.

Fatwa itu dikeluarkan menyusul terbitnya novel The Satanic Verse, yang memicu kemarahan umat Muslim. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT