11 August 2022, 16:15 WIB

Ukraina Hancurkan 7 Jet Tempur Rusia di Krimea


Cahya Mulyana |

GAMBAR satelit terbaru menunjukkan tujuh jet tempur Rusia hancur di sebuah pangkalan udara di Krimea. Itu tidak lama setelah Ukraina mengatakan sembilan pesawat hancur dalam serangkaian ledakan mematikan di lokasi tersebut.

Gambar-gambar tersebut, yang diunggah oleh Planet Labs PBC dan diambil pada Rabu (10/8). Kejadian itu melemahkan klaim Rusia bahwa ledakan pada Selasa (9/8), yang menewaskan satu orang dan melukai 14 orang, tidak menyebabkan kerusakan serius.

Militer Rusia mengatakan tidak ada pesawat yang hancur dalam ledakan itu dan menyalahkan ledakan itu pada kesalahan penyimpanan amunisi. Ukraina belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu, meskipun penasihat Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky, Oleksiy Arestovych, mengatakan ledakan itu disebabkan oleh senjata jarak jauh buatan Ukraina.

Sementara itu, seorang pejabat Ukraina yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Washington Post pada hari Rabu bahwa ledakan itu adalah hasil dari serangan oleh pasukan khusus Ukraina. Gambar satelit menunjukkan sekitar 2 kilometer persegi (0,75 mil persegi) padang rumput terbakar di pangkalan udara, yang menampung Skuadron Udara Serangan Angkatan Laut Independen ke-43 Rusia sejak Rusia merebut Krimea.

Pangkalan tersebut berada di 200 km (125 mil) dari posisi terdekat Ukraina. Analis meragukan bahwa kerusakan itu disebabkan oleh ledakan yang tidak disengaja.

Baca juga: Dubes Ukraina Mohon Jakarta Bela Muslim Tatar

“Kremlin memiliki sedikit insentif untuk menuduh Ukraina melakukan serangan yang menyebabkan kerusakan karena serangan tersebut akan menunjukkan ketidakefektifan sistem pertahanan udara Rusia," kata seorang analis.

Dalam pidato tak lama setelah serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berjanji merebut kembali semenanjung itu. Pihak berwenang Rusia mengatakan hotel dan pantai di wilayah itu, tujuan wisata populer bagi orang Rusia, tidak terpengaruh oleh ledakan itu.

Namun sebuah rekaman video menunjukkan antrean panjang mobil yang bergerak perlahan di jalan menuju Rusia saat turis meninggalkan daerah itu. (Aljazeera/OL-4)

BERITA TERKAIT