11 August 2022, 09:58 WIB

Tiongkok Bocorkan Tujuan AS Dukung Ukraina


Cahya Mulyana |

DUTA Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui, menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai penghasut utama perang di Ukraina. Dia juga menuduh Washington berusaha menghancurkan Moskow lewat konflik tersebut.

Zhang mengatakan AS menyudutkan Rusia yang diamini NATO. Washington memanfaatkan konflik ini untuk menekan dengan sejumlah sanksi yang melemahkan kekuatan Rusia.

“Sebagai pemrakarsa dan penghasut utama krisis Ukraina, Washington, sambil menjatuhkan sanksi komprehensif yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia. Itu dengan terus memasok senjata dan peralatan militer ke Ukraina,” kata Zhang.

Menurut Zhang, tujuan utama AS dengan mendukung Ukraina adalah untuk menguras dan menghancurkan Rusia. "Caranya lewat perang yang berlarut-larut dan gada sanksi," paparnya.

Baca juga: Ukraina Tuding Rusia Serang Sekitar PLTN Zaporizhzhia

Zhang juga mengatakan hubungan Tiongkok-Rusia telah memasuki periode terbaik dalam sejarah. "Dengan ditandai tingkat rasa saling percaya tertinggi, tingkat interaksi tertinggi, dan kepentingan strategis terbesar," katanya.

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan ke Beijing pada Februari untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Keduanya menyetujui kemitraan tanpa batas yang lebih unggul.

Zhang mengecam kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi pekan lalu ke Taiwan. Ia mengatakan AS sedang mencoba menerapkan taktik yang sama di Taiwan seperti di Ukraina.

"AS menghidupkan kembali mentalitas Perang Dingin dan memprovokasi persaingan dan konfrontasi kekuatan besar. Non-intervensi dalam urusan internal adalah prinsip paling mendasar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di dunia kita,” kata Zhang.

Ia menerapkan prinsip itu untuk mengkritik kebijakan Taiwan Washington tetapi bukan invasi Rusia ke Ukraina.

Rusia menyebut invasi itu sebagai operasi militer khusus dan mengatakan itu perlu tidak hanya untuk menjaga keamanannya sendiri tetapi juga untuk melindungi penutur bahasa Rusia dari penganiayaan.

Ukraina dan Barat mengatakan ini adalah dalih tak berdasar untuk perang agresi kekaisaran terhadap tetangga yang memperoleh kemerdekaan ketika Uni Soviet yang dipimpin Moskow bubar pada 1991. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT